Anti Hoax

Peraih Nobel Kesehatan Tasuku Honjo sebut corona buatan China? Ini faktanya

Peraih Nobel Kesehatan Tasuku Honjo sebut corona buatan China? Ini faktanya

Seorang anggota staf menguji sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah laboratorium milik Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. China telah menyetujui dua kandidat vaksin COVID-19 nonaktif untuk uji klinis. Dua kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan di bawah China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Research and Development Co.Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Nama Tasuku Honjo, peraih penghargaan Nobel asal Jepang, ramai diperbincangkan warganet di media sosial Facebook. 

Honju mendapatkan penghargaan Nobel di bidang Kesehatan karena berhasil menemukan terapi kanker dengan menghambat regulasi imun negatif.

Sejumlah akun Facebook terlihat mengunggah narasi yang menyebutkan Honjo mengeluarkan pernyataan tentang virus corona tidak muncul secara alami. Tapi, rekayasa dan buatan China.

Berikut narasi lengkapnya: 

"Profesor Fisiologi Kedokteran Jepang, Profesor Dr Tasuku Honjo, menciptakan sensasi di depan media hari ini dengan mengatakan bahwa virus korona itu tidak alami.

Jika itu alami, itu tidak akan mempengaruhi seluruh dunia seperti ini. Karena, sesuai sifatnya, suhu berbeda di berbagai negara.  Jika itu alami, itu akan berdampak buruk hanya pada negara-negara yang memiliki suhu yang sama dengan Cina.

Sebaliknya, menyebar di negara seperti Swiss, dengan cara yang sama menyebar di daerah gurun. Padahal kalau itu alami, pasti sudah menyebar di tempat dingin, tetapi mati di tempat panas.

Saya telah melakukan 40 tahun penelitian tentang hewan dan virus. Itu tidak alami. Ini dibuat, dan virus ini sepenuhnya buatan.
 
Saya telah bekerja selama 4 tahun di laboratorium Wuhan di Cina. Saya sepenuhnya kenal dengan semua staf laboratorium itu. Saya telah menelepon mereka semua, setelah kecelakaan Corona. Tapi, semua ponsel mereka mati selama 3 bulan terakhir. Sekarang dipahami bahwa semua teknisi laboratorium ini telah meninggal.

Berdasarkan semua pengetahuan dan penelitian saya sampai saat ini, saya dapat mengatakan ini dengan keyakinan 100% bahwa Corona tidak alami. Itu belum datang dari kelelawar. Cina telah membuatnya.

Jika apa yang saya katakan hari ini terbukti salah sekarang atau bahkan setelah kematian saya, pemerintah dapat menarik Hadiah Nobel saya. Tapi Cina berbohong dan kebenaran ini suatu hari akan diungkapkan kepada semua orang".


Namun, benarkah pernyataan kontroversial tersebut berasal dari Tasuku Honjo?
Tangkapan layar hoaks soal pernyataan virus corona buatan China (Facebook.com)


Penjelasan:
Menanggapi narasi tersebut, seorang mahasiswa bernama Alok Kumar yang merupakan mahasiswa bimbingan Tasuku Honjo di Universitas Kyoto, Jepang, Alok Kumar membantah pernyataan itu dikeluarkan oleh dosennya.

Alok Kumar berbicara atas nama Tasuku Honjo dan menyebutkan seluruh kalimat yang termuat dalam narasi tersebut termasuk informasi bohong dan keliru.

Pernyataan Kumar itu mengacu pada artikel milik newsmeter.in berjudul "Fact Check: Did Japan’s Nobel laureate professor say COVID-19 is man-made virus?".

Kumar menjelaskan Honjo tidak pernah bekerja di laboratorium Wuhan, China. Tidak pernah pula menghubungi pihak laboratorium itu. Honjo juga disebut tidak melakukan riset terkait asal dan fungsi virus corona, maupun penelitian lain menyangkut virus tersebut.

"Seluruh konten (di media sosial) itu merupakan rekayasa," ujar Kumar.

Klaim: Peraih Nobel Tasuku Honjo sebut corona buatan China
Rating: Salah/Disinformasi
 
Tangkapan layar bantahan hoaks soal pernyataan virus corona buatan China (Facebook.com)


Cek fakta: Benarkah 10 rekomendasi tangkal COVID-19 ini?

Cek fakta: Benarkah ATM menjadi tempat tertinggi penularan COVID-19?


Cek fakta: Virus corona bisa ditularkan melalui asap rokok?

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

261 TKA China di Sultra jalani karantina mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar