Denpasar (ANTARA News) - Jenazah almarhumah Gusti Agung Ayu Mas (58), istri mantan Gubernur Bali Drs Dewa Beratha "dipelebon/diaben" (kremasi) di sentra (kuburan) Desa adat Sengguan Kangin, kota Gianyar, 20 km timur Denpasar Kamis.

"Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Bali Ida Putu Wesnawa, Wagub AAN Puspayoga dan pejabat di lingkungan Pemprop Bali akan melayat dan menghadiri upacara Pitra Yadnya tersebut," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Putu Suardhika di Denpasar Kamis.

Gusti Agung Ayu Mas yang lebih dikenal Nyonya Mas Beratha meninggal dalam perawatan intensif di RSUP Sanglah Denpasar akibat penyakit kanker 13 Juni lalu.

"Sejak kepergian Nyonya Mas Beratha untuk selama-lamanya itu, warga masyarakat setempat secara bergotong royong menyiapkan sarana keperluan upacara pengabenan," tutur Ir Dewa Nyoman Suartha, MSI, adik kandung Dewa Beratha.

Selama almarhumah di rumah duka, tercatat calon Presiden Jusuf Kalla, Calon Wakil Presiden Boediono, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sempat melayat ke rumah duka.

Nyonya Mas Beratha yang pergi untuk selama-lamanya meninggalkan suami, tiga putra, seorang putri dan lima cucu dari semua putra-putrinya yang telah membentuk rumah tangga.

Keempat putra-putrinya terdiri atas Dewa Gede Joni Asta Beratha, Dewa Gede Yuli Asta Beratha, Dewa Ketut Dharma Putra dan Desak Nyoman Anggraeni.

Almarhumah Nyonya Mas Beratha semasa hidupnya mendampingi suaminya Dewa Beratha yang pernah dipercaya "mengendalikan" Bali selama dua masa jabatan 1998-2003 dan 2003-2008.

Nyonya Mas Beratha yang menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Bali selama dua masa jabatan itu dikenal sebagai pekerja keras, dengan senang hati membina anggota PKK sampai pelosok pedesaan.

Program PKK yang menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat itu dinilai cukup berhasil, terbukti meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Berkat prestasinya itu almarhumah antara lain pernah tercatat meraih penghargaan peniti emas dari Ketua Umum Tim Penggerak PKK pusat.

Nyonya Mas Beratha selama hidupnya, selain memimpin Tim Penggerak PKK Bali juga mengendalikan` organisasi sosial seperti Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S), Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Daerah Bali dan sederetan aktifitas sosial lainnya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009