Jakarta (ANTARA News) - PT Garuda Indonesia (Garuda) memastikan akan melayani penerbangan kembali ke Eropa mulai semester pertama 2010, menyusul pencabutan larangan terbang Uni Eropa (UE) atas empat maskapai Indonesia.

Demikian pernyataan Kepala Komunikasi Perusahaan Garuda Pujobroto saat dihubungi di Jakarta, Jumat malam, menanggapi keputusan sidang tiga hari (30 Juni-2 Juli) Air Safety Committee Uni Eropa di Brussel, Belgia.

Salah satu keputusannya adalah rekomendasi pencabutan larangan terbang ke UE atas empat maskapai Indonesia yakni Garuda, Mandala Airlines, Airfast Indonesia, dan Premiair.

Keputusan tersebut secara resmi akan dikeluarkan sekitar dua minggu ke depan, setelah diterjemahkan dalam 22 bahasa resmi UE dan ditandatangani komisioner untuk urusan transportasi.

Pujobroto melanjutkan, Garuda menyambut positif keputusan itu dan karenanya Garuda akan terbang lagi ke Eropa, khususnya Amsterdam sebagai kota pertama di Eropa.

Namun, tegasnya, untuk itu diperlukan serangkaian persiapan dan diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan bulan sehingga diharapkan bisa terbang sekitar semester pertama 2010.

Pujobroto juga menyatakan, untuk kepentingan itu, Garuda belum menentukan jenis pesawat yang akan digunakan untuk membuka kembali penerbangan ke Eropa itu.

"Tetapi bisa saja, sebagai alternatif, nanti kita terbang ke sana dengan pesawat A 330-200. Karenanya perlu satu kali stop atau tidak bisa langsung," katanya.

Jika nantinya, pesanan 10 pesawat jenis Boeing 777 baru sudah datang sekitar akhir 2010 atau awal 2011, maka Garuda bisa terbang non-stop ke sejumlah kota di Eropa dengan pesawat terbaru itu.

Kota-kota itu antara lain ke Amsterdam dan Frankfurt. "Pilihan Amsterdam untuk pertama karena market di sini cukup besar," kata Pujobroto.

Dulu atau akhir 2004, rute ke Amsterdam ditutup Garuda karena layanannya tidak kompetitif.

Oleh karena itu, rencana pembukaan kembali rute itu, lanjutnya, Garuda akan melakukan sejumlah perbaikan kualitas layanan, termasuk terbang kembali dengan pesawat baru.

Larangan terbang UE atas seluruh maskapai Indonesia diberlakukan sejak Juli 2007, menyusul serangkaian kecelakaan pesawat udara saat itu.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009