BPBD Sulteng kirim bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Poso

BPBD Sulteng kirim bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Poso

Akibat hujan lebat, banjir terjang wilayah Napu, Kabupaten Poso. (Antara/Anas Masa)

Tim yang membawa berbagai bantuan logistik sudah diberangkatkan ke lokasi bencana di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso
Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah telah mengirimkan bantuan logistik untuk korban bencana alam banjir bandang yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Dataran Napu, Kabupaten Poso.

"Tim yang membawa berbagai bantuan logistik sudah diberangkatkan ke lokasi bencana di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso," kata Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala di Palu, Senin.

Baca juga: 1.500 paket pangan disalurkan NasDem kepada korban banjir Poso

Ia mengatakan logistik yang dibawa meliputi tenda, selimut dan berbagai jenis bahan makanan yang dibutuhkan para korban banjir itu.
Banjir bandang terjadi sejak Sabtu (2/5) dan banyak warga yang mengungsi karena permukiman mereka terendam banjir dan lumpur menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Penyaluran bantuan dari BPBD Kabupaten Poso terpaksa dilakukan dari Kota Palu sebab jalur Sanginora-Napu putus total dan sampai sekarang ini belum bisa dilewati kendaraan.

Banyak titik longsor yang menutupi badan jalan sehingga butuh waktu cukup lama untuk menormalkan kembali ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu dengan Poso dan Poso dengan Dataran Napu itu.

Baca juga: Ratusan pengungsi banjir Poso bertahan di tempat ibadah

Karena jalan itu merupakan jalan provinsi, maka yang memperbaikinya Dinas PUPR Sulteng. Berbeda dengan jalan Trans Sulawesi yang putus juga karena banjir langsung ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR.

Pihaknya berharap Jalur Sanginora-Napu segera ditangani agar dapat dilewati kendaraan karena merupakan jalur alternatif Trans Sulawesi jika jalur Poso-Palu benar-benar putus total. "Jalur itu satu-satunya alternatif yang bisa dilewati kendaraan jika jalur Poso-Palu putus," ujar Bartholomeus.

Dia juga menambahkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas tinggi masih mengguyur sejumlah wilayah, termasuk di Provinsi Sulteng sehingga warga perlu tetap waspada.

Sepekan ke depan ini, kata dia, potensi hujan lebat masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Sulteng.

Baca juga: Diterjang banjir, 1.000 KK warga Poso-Sulteng mengungsi

 

Pewarta: Anas Masa
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar