Samarinda (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan peran koperasi dan usaha kecil menegah (KUKM) ke depan semakin penting, meskipun kapitalisme global berkembang menandai era globalisasi.

"Peran koperasi dan UKM sangat penting, kalau perekonomian dunia, nasional tidak memberikan ruang yang luwes bagi koperasi dan UKM maka bisa terjadi dominasi ekonomi," katanya pada puncak acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-62 di Samarinda, Kaltim, Rabu.

Ia mengatakan, dalam era globalisasi bisa saja perusahaan raksasa dunia mendominasi semua kegiatan bisnis, demikian juga pada tingkat nasional dapat memberikan masukan dengan membayar pajak dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Tetapi absennya usaha kecil, usaha menengah dan koperasi, maka upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan dan pengangguran akan tetap sulit dan keberhasilan yang dicapai rendah," katanya.

Menurut Susilo Bambang Yudhoyono, solusinya adalah ke depannya koperasi dan UKM mesti dikembangkan di seluruh tanah air, agar masyarakat bisa berusaha dan pendapatan meningkat, kemiskinan akan berkurang dan lapangan kerja akan tercipta.

Diungkapkannya, pemerintah dalam dua tahun terakhir menyediakan dana sebesar Rp34 triliun untuk membantu koperasi, usaha mikro dan UKM melalui kredit usaha rakyat. Dalam lima tahun akan ditingkatkan menjadi Rp100 triliun dengan harapan koperasi dan UKM lebih berkembang.

"Saya ingin gerakan koperasi lebih banyak pada usaha meningkatkan ketahanan pangan, seperti jagung, kedelai, gula, daging sapi dan di bidang energi," katanya.

Kunci keberhasilan gerakan koperasi dan UKM, kata Susilo Bambang Yudhoyono, adalah harus kreatif dan inovatif. Kreatif bukan hanya dilakukan oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), tetapi juga di unit-unit koperasi di kabupaten, kecamatan dan desa-desa.

Menurutnya, orang sering silau dengan globalisasi, artinya semua dikaitkan dengan usaha global, namun dia berbeda pandangan dalam hal ini. Justru jangan sampai dunia makin tidak adil dan krisis berada dimana-mana.

"Jadi harus melakukan gerakan, menghidupkan koperasi, usaha kecil dan menengah di seluruh tanah air," katanya.

Meskipun modalnya kecil, tetapi jika dijalankan dengan benar, maka sumbangannya cukup besar dalam menggerakkan ekonomi lokal.

"Meskipun dunia mengalami krisis global, dan negara kita mengalami dampaknya, namun ekonomi kita relatif terjaga, semua itu karena koperasi dan UKM yang ada di seluruh tanah air," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009