Ambon (ANTARA News) - Target Bank Indonesia untuk tetap menjaga laju inflasi secara nasional sebesar empat persen selama tahun 2009 cukup realistis dan bisa tercapai asalkan Bank Indonesia (BI) dapat menjaga stabilitas rupiah terhadap kurs valuta asing.

"Selain itu perlu adanya koordinasi kebijakan yang efektif antara BI dengan otoritas fiskal karena pergerakan inflasi yang dipengaruhi kebijakan fiskal," kata pengamat Ekonomi Maluku, Dr. Latief Kharie di Ambon, Senin.

Menurut dia, selama pertumbuhan investasi triwulan II tahun 2009 juga dapat memberikan efek yang sangat positif terhadap output dalam jangka pendek sebab prediksi inflasi empat persen ini lebih didasarkan ekspektasi positif terhadap stabilitas internal rupiah untuk harga-harga domestik.

Kemudian secara eksternal perkembangan nilai tukar rupiah terhadap kurs valuta asing yang dari aspek kebijakan terindikasi angka suku bunga rujukan BI rate dan suku bungan instrumen kebijakan yang relatif redah.

"Kenaikan harga-harga barang jelang Puasa dan Ramadhan diperkirakan hanya bersifat temporer atau sementara dan akan kembali mengalami penurunan sehingga tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap kestabilan nasional," kata doktor bidang ekonomi moneter dan keuangan internasional lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung ini.

Faktor lain yan cukup berpengaruh berupa keberhasilan pemerintah menjalankan program nasional konversi penggunaan minyak tanah ke gas sehingga tren peningkatan harga minyak di pasar dunia tidak akan segera direspon pemerintah dengan meningkatkan harga Bahan Bakar Minyak.

"Mengingat tidak terdapat peningkatan beban subsidi dalam struktur APBN," Kata Latief Kharie yang juga Pembantu Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini.

Sementara Deputi Pemimpin BI Cabang Ambon, Luctor Tapiehru secara terpisah menjelaskan, kelancaran pasokan barang dari luar daerah berupa aneka jenis pangan, terutama komoditas beras bisa menjamin kestabilan harga pasaran dengan permintaan konsumen menyebabkan upaya menjaga laju inflasi di Kota Ambon tetap rendah meskipun sudah mendekati perayaan ibadah Puasa dan Idulfitri.

"Tinggi dan rendahnya inflasi di Kota Ambon biasanya dipengaruhi komoditas ikan dan pangan khususnya beras sehingga kalau komoditas ini berkurang di pasaran akan berpengaruh bagi meningkatnya angka inflasi," katanya

Oleh karenanya, BI memprediksi laju pertumbuhan inflasi seperti ini bisa dipertahankan, meskipun pelaksanaan Ibadah Puasa dan Ramadhan sudah dekat, asalkan pemerintah melalui dinas/instansi terkait tetap menjaga stok berbagai komoditas pangan atau kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dan arus pasokan dari luar daerah lancar.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009