Kapolda Metro luncurkan Dispenser Beras guna jaga stabilitas pangan

Kapolda Metro luncurkan Dispenser Beras guna jaga stabilitas pangan

Seorang ibu mengambil beras bantuan dari program Dispenser Beras Polres Metro Jakarta Barat di Jakarta, Selasa (12/11/2020). (ANTARA News/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

Untuk sehari sekitar satu ton beras yang disiapkan untuk masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana meluncurkan program Dispenser Beras guna menjaga stabilitas pangan bagi masyarakat tidak mampu dan terkena dampak pandemi COVID-19.

Dispenser beras tersebut diinisiasi dan dioperasikan pertama kali oleh jajaran Polres Metro Jakarta Barat dan mendistribusikan beras gratis langsung kepada warga kurang mampu di sekitar wilayah hukumnya.

"Dispenser beras ini sifatnya mobile, tidak hanya berada di satu titik saja," kata Nana di Jakarta, Selasa.

Nana menilai program tersebut sangat bagus, dan meminta kepada jajaran Polres lain di wilayah hukumnya agar segera melaksanakan kegiatan serupa.

Baca juga: TNI sediakan beras gratis lewat ATM Pertanian "Sikomandan"

Selain itu, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk lebih mendekat kepada masyarakat khususnya di daerah padat penduduk (slum area) ataupun masyarakat lapisan bawah melalui program membangun empatinya (empathy building) dalam komandonya.

Polri bersama TNI merangkul masyarakat yang mempunyai kemampuan atau ekonomi cukup untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan itu dilakukan melalui jajaran Polda, Polres hingga Polsek.

"Untuk sehari sekitar satu ton beras yang disiapkan untuk masyarakat. Sedangkan setiap dispenser kita menyiapkan sekitar 250 liter dan setiap masyarakat akan mendapatkan dua kilogram," ujar Nana.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru menjelaskan, dalam sehari pihaknya menyediakan beras sebanyak satu ton, yang akan didistribusikan kepada masyarakat secara bergiliran.

Baca juga: 4 BUMN salurkan bantuan bahan baku untuk dapur umum di DKI Jakarta

"Kami membagikan kartu akses untuk mengambil beras sesuai dengan data dari masing-masing RT/RW di padat penduduk tersebut yang belum menerima bantuan dari pemerintah," ujar Audie.

Dia menghimbau kepada masyarakat yang akan mengambil beras tetap mengikuti prosedur tetap  dari pemerintah yaitu tetap menjaga jarak, guna memutus rantai penyebaran wabah virus COVID-19.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sebanyak 7.202 pedagang pasar di DKI telah jalani tes usap COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar