Pangkalpinang (ANTARA News) - Survia, berhak mewakili Provinsi Bangka Belitung (Babel) dalam ajang finalis Putri Indonesia 2009 di Jakarta, setelah keluar sebagai pemenang dalam grand final Putri Indonesia Babel 2009, Minggu (26/7) malam.

Survia yang merupakan finalis Putri Indonesia dari Kabupaten Bangka Barat berhasil menyisihkan 15 finalis lainnya yang berasal dari tujuh kabupaten dan kota di Babel setelah melewati beberapa babak penyeleksian.

Dara cantik dari Kabupaten Bangka Barat itu berhasil melewati babak tujuh besar, tiga besar dan akhirnya terpilih menjadi Putri Indonesia Provinsi Babel yang berhak mewakili Negeri Laskar Pelangi itu mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia 2009 di Jakarta.

Sementara runer up satu Putri Indonesia Provinsi Babel dinobatkan kepada Syerli Astura, finalis dari Kota Pangkalpinang dan runer up dua diraih Kartika Purnama Sari, finalis yang berasal dari Kabupaten Bangka.

Tiga finalis yang masuk ke babak tiga besar tersebut berhak mendapatkan tropy runer up dan voucer menginap di Hotel Parai Beach, salah satu hotel terkenal yang terletak di pingir pantai di Kabupaten Bangka.

Malam grand final Putri Indonesia Provinsi Babel itu, juga menobatkan finalis favorit yang dipilih oleh penonton, finalis persahabatan dan putri pariwisata 2009.

Panitia pelaksana malam grend final Putri Indonesia Babel, Ida Nuraini, mengatakan, PI ini bertujuan untuk merangsang potensi wanita di tanah air agar berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

"Para finalis tidak hanya cantik, tetapi memiliki wawasan yang luas, berkepribadian baik dan memiliki sikap serta motivasi hidup yang kuat untuk meraih mimpi menjadi Putri Indonesia," ujarnya.

Sekretaris pemilihan Putri Indonesia (PI) Babel 2009, Ali Putranto, menambahkan, ajang PI Babel ini bisa memberikan nilai tambah bagi peserta untuk meningkatkan kualitas diri.

"Ini wadah untuk berprestasi, menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri sebagai generasi muda masa depan bangsa," ujarnya. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009