Denpasar (ANTARA News) - Ketua Badan Pariwisata Bali, Ngurah Wijaya, menyatakan ketertarikannya atas wacana perwujudan poros pengembangan pariwisata Bali-Dili, Timor Timur, karena bisa meningkatkan aksesibilitas wisata di kedua negara.

"Hal itu menarik sekali, kita bisa saling bertukar daerah tujuan wisata yang dipadukan dalam satu paket wisata bersama. Dili sebagai tujuan utama telah lama dikenal di Bali dan banyak pekerja internasional bergiat di sana yang menghabiskan waktu liburnya di Bali," katanya kepada ANTARA, di Denpasar, Kamis pagi.

Dia menyatakan, dari sisi jumlah, kunjungan pekerja manca negara yang menjadi wisatawan di Bali dari Dili memang berkurang sejak beberapa tahun terakhir. Sejak Timor Timur menjadi negara sendiri, berbagai badan PBB dan organisasi internasional menerjunkan ribuan personelnya di negara itu.

Namun kini jumlah mereka semakin menyusut sejalan kemampuan negara itu mengelola berbagai masalah dan institusi dalam negerinya secara signifikan dibandingkan saat pertama mereka merdeka pada 2002.

Secara reguler, mereka mendapatkan hari-hari libur dari pekerjaan rutinnya. Kebanyakan mereka menghabiskan waktu di Bali melalui Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, atau menuju Bangkok melalui Bandar Udara Internasional Don Muang atau Svarnabhummi.

Menurut Wijaya, pengembangan parisiwisata di antara kedua kota itu tidak bisa dilakukan secara serampangan melainkan harus dilakukan secara terencana dan bertahap.

"Bali memiliki SDM yang sangat mumpuni dalam dunia pariwisata internasional. Ini yang bisa menjadi keunggulan yang bisa dibagi dalam pengembangan poros wisata ini," katanya.

Sebelumnya, dalam pembicaraan di tingkat pejabat tinggi Indonesia dan Timor Timur, di Dili, Duta Besar Timor Timur untuk Indonesia, Manuel Cerrano, yang memimpin pembicaraan di satu kelompok, menyatakan, ide mengembangkan jalur wisata Denpasar-Dili sangat menarik dan menjanjikan.

"Ini sangat menarik untuk diwujudnyatakan dengan diikuti penyiapan infrastruktur dan SDM di negaranya karena bisa menambah pundi devisa negara kami," katanya.

Duta besar yang baru beberapa bulan menempati posnya di Jakarta itu menyatakan, saat ini tingkat hunian hotel-hotel di Kota Dili dan sekitarnya cukup tinggi.

Antara kedua negara, katanya, secara bersama bisa terus menggali potensi yang ada didukung pengembangan SDM negara kami dibarengi penyiapan fasilitas pendukung. Pemerintah kami kini tengah menyiapkan semuanya.

Hadir dalam pertemuan terpisah itu Asisten Direktur untuk Masalah Asia Pasifik Departemen Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia, Janne Dalawir, dan Deputi Direktur Kerjasama Bilateral Departemen Pariwisata dan Budaya Indonesia, Dananjaya Axioma.

Dari pihak Timor Timur, Cerrano didampingi Direktur Nasional Pariwisata dan Kementerian Pariwisata, Perdagangan, dan Industri Timor Timur, Joseph F Diaz Quintas.

"Hal ini bagi sebagian pengunjung ke negara saya bisa kurang membuat nyaman mereka. Tetapi ini juga tanda positif, bahwa itu adalah sinyal harapan pengembangan pariwisata di sini," kata Quintas.

Hingga saat ini, kunjungan orang asing ke negara itu cukup tinggi, ditandai dengan tingkat okupansi penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines rute Denpasar-Dili yang selalu penuh.

Selain dengan Denpasar, kota itu juga disinggahi penerbangan lain dari Darwin, Australia Utara, yang juga penuh, ditambah aktivitas beberapa perusahaan angkutan darat dari Kupang menyinggahi Atambua dan berakhir di Dili.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009