Cilacap (ANTARA News) - Sejumlah warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyambut baik operasi penangkapan anggota jaringan teroris di Temanggung (Jateng) dan Bekasi (Jabar) oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri.

"Meski hanya menyaksikan melalui layar televisi, saya senang kalau polisi berhasil menangkap anggota jaringan teroris yang meresahkan warga. Apalagi kalau yang diduga telah ditembak mati itu memang benar Noordin M. Top," kata Doyo, warga Desa Pasuruhan, Binangun, Cilacap, Sabtu.

Menurut dia, penangkapan tersebut memberi nilai positif bagi polisi dalam penanganan terorisme meski hingga saat ini belum bisa dipastikan bahwa yang diduga mati tersebut adalah gembong teroris yang paling dicari, Noordin M. Top.

Hal sama dikemukakan Ketua RT 18 RW 06 Aris Karsomiarjo yang menyebut pengungkapan jaringan teroris di lingkungannya beberapa waktu lalu memberi pengalaman berharga.

"Sekarang kami tak pandang bulu, siapa pun tamu yang menginap 1x24 jam wajib melapor dan menyerahkan kartu identitasnya," kata Aris.

Sementara itu warga lainnya, Rumiyati meski mengaku senang adanya penangkapan teroris di Temanggung dan Bekasi, dia mempertanyakan keberadaan tetangganya, Bahrudin Latif alias Baridin.

"Saya senang pada penangkapan tersebut, sekarang Pak Baridin posisinya dimana?" tanyanya.

Bahrudin Latif menghilang sejak 20 Juni lalu atau tiga hari sebelum Densus 88 menggerebek rumahnya di lingkungan RT 18 RW 06 Desa Pasuruhan pada 22 Juni 2009.

Selain mencari Bahrudin, Densus 88 juga memburu menantu Bahrudin yang dikabarkan sebagai Noordin M.Top.

Saat menggeledah rumah itu pada 14 Juli 2009, Densus 88 menemukan sejumlah bahan peledak tertimbun di bekas empang di pekarangan belakang rumah Bahrudin. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009