Ganjar: Normal baru di Jateng tidak dalam waktu dekat

Ganjar: Normal baru di Jateng tidak dalam waktu dekat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko saat mengecek persiapan penerapan protokol kehidupan normal baru di Gereja Katedral Semarang. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jawa Tengah

kapan dilakukan, ya kalau kurvanya turun drastis
Semarang (ANTARA) - Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan bahwa protokol kehidupan normal baru di Provinsi Jawa Tengah terkait COVID-19, tidak diterapkan dalam waktu dekat mengingat masih perlunya dilakukan berbagai persiapan.

"Belum (penerapan normal baru, red), kita lagi latihan, 'new normal' itu bukan bendera finish yang dikibarkan, terus ini disebut 'new normal', maka harus diawali dulu dengan latihan-latihan," katanya di Semarang, Kamis.

Ganjar menjelaskan bahwa kebijakan terkait penerapan protokol kehidupan normal baru itu harus mempertimbangkan banyak faktor, khususnya penurunan kurva kasus positif COVID-19.

"Kapan dilakukan, ya kalau kurvanya turun drastis, itu sudah ada petunjuknya dari Gugus Tugas sehingga semua harus mengacu ke sana," ujarnya.

Baca juga: Ganjar siapkan penerapan protokol kehidupan normal baru di Jateng
Baca juga: Satgas COVID-19 DPR apresiasi kesiapan Kemenag terapkan normal baru

Orang nomor satu di Jateng itu mengungkapkan saat ini pihaknya sedang menggenjot persiapan penerapan protokol kehidupan normal baru.

Menurut dia, sejumlah kantor pemerintahan, layanan publik, perbankkan, pasar, industri, tempat ibadah hingga sekolah harus siap dengan sarana prasarana pendukung seperti tempat cuci tangan, mengukur suhu serta pengaturan pergerakan harus tuntas.

"Sekarang sedang kami coba siapkan mereka mengatur itu agar masyarakat siap. Kemarin setelah ada keputusan Menteri Kesehatan sebagai pedoman, kami perintahkan semua untuk mengatur," katanya.

Kendati demikian Ganjar menyebut penerapan normal baru bisa saja dilakukan di kabupaten/kota yang memang nol kasus COVID-19 atau daerah yang memang sudah aman.

"Untuk Jateng tidak dalam waktu pendek, kecuali kabupaten/kota yang sudah rendah. Rembang kemarin sempat nol kasus, tapi ini infonya ada tiga pasien dari daerah lain, maka tunda dulu. Tegal kemungkinan bisa, tapi hati-hati karena berhubungan dengan daerah sekitarnya. Jadi semua harus diatur dan disiapkan," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Bogor siapkan skenario belajar di sekolah pada fase normal baru
Baca juga: Toko-toko nonpangan di Bogor mulai diizinkan beroperasi
Baca juga: Menpar: Butuh 1 bulan untuk persiapkan pembukaan destinasi wisata

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hindari kerumunan, panitia sembelihkan hewan kurban di RPH

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar