Anggota DPR: Menkopolhukam bangun kesadaran jalani kehidupan normal

Anggota DPR: Menkopolhukam bangun kesadaran jalani kehidupan normal

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Pernyataan itu menurut saya mengindikasikan pemerintah saat ini memang sedang membangun kesadaran baru warga masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sebagaimana biasa
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD telah membangun kesadaran baru masyarakat untuk kembali menjalankan kehidupan normal.

"Pernyataan itu menurut saya mengindikasikan pemerintah saat ini memang sedang membangun kesadaran baru warga masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sebagaimana biasa," kata Saleh dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Prof Mahfud MD meminta masyarakat untuk tidak takut secara berlebihan dalam menghadapi pandemik COVID-19. Apalagi, dikatakannya, COVID-19 bukan merupakan pembunuh utama di Indonesia.

Baca juga: Mahfud MD: "new normal" masih wacana

"Saya ada data, dari awal Januari hingga akhir April, tepatnya selama 131 hari jumlah rata-rata korban meninggal akibat COVID-19 di Indonesia sebanyak 17 orang/hari. Kalau akibat kecelakaan ternyata sembilan kali lebih banyak dan yang meninggal akibat AIDS berkali-kali lebih banyak," kata Mahfud pada kegiatan halalbihalal dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui daring di Solo, Selasa (26/5).

Saleh Partaonan Daulay, yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI itu menilai pernyataan Mahfud karena pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak virus Corona baru itu.

Ia menilai Pemerintah kini tengah berupaya menjadikan penyelamatan ekonomi sebagai prioritas utama. Namun, menurut Saleh, kurang tepat jika kematian akibat COVID-19 dikaitkan dengan kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Sebab, apa pun alasannya, keselamatan diri dan jiwa warga negara adalah tanggung jawab negara.

Baca juga: Mahfud: Masyarakat lapor Satgas Saber Pungli jika temui pungli Bansos

"Lagi pula, kenapa perbandingannya kecelakaan lalu lintas dan beberapa penyakit katastrofe? Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan kematian akibat perang dunia II? Kematian akibat perang dunia pasti jauh lebih banyak," tutur Saleh.

Menurut Saleh, kalau Mahfud meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan, lalu kenapa COVID-19 ini sejak awal ditetapkan sebagai bencana nasional?

"Bukankah suatu bencana, apalagi itu statusnya bencana nasional, sangat wajar ditakuti dan dikhawatirkan?" ujar Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan itu.

Saleh berpendapat, optimisme dan semangat masyarakat harus tetap dibangun. Karena itu, ia mendesak kepada para pejabat pemerintah lebih bijak dalam memberikan pernyataan.

"Dengan begitu, masyarakat tetap punya optimisme dalam melawan Corona. Karena dengan mereka dan bersama mereka lah perlawanan terhadap Corona ini dapat dilakukan," ujar Saleh.

Baca juga: Menkopolhukam ajak masyarakat memperluas silaturahim

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mahfud MD: penanganan COVID-19 lebih penting daripada RUU HIP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar