Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Polda Metro Jaya, Selasa menyerahkan barang bukti dan tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasruddin Zulkarnaen, Antasari Azhar, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.

Selain Antasari Azhar yang juga Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, tiga tersangka lainnya juga diserahkan, yakni, Kombes Wiliardi Wizard, Sigit Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Antasari Azhar yang dijaga ketat petugas kepolisian, tiba di Kejari Jaksel pada pukul 11.02 WIB dan langsung digiring ke gedung kantor kejaksaan tersebut.

Sementara itu, sejumlah kuasa hukumnya juga tampak datang ke Kejari Jaksel, seperti, M Assegaf dan Juniver Girsang.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Jasman Pandjaitan, menyatakan, berkas Antasari Azhar pada Senin (24/8), dinyatakan lengkap (P21).

"Selasa (25/8), merupakan penyerahan tahap dua yakni barang bukti dan tersangka ke Kejari Jaksel," katanya.

Para tersangka akan menjalani persidangan di PN Jakarta Selatan sebab perbuatannya sebagai perencana dilakukan di wilayah Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol M Iriawan di Jakarta, mengatakan, optimistis sidang akan berlangsung lancar karena Kejagung menyiapkan 27 jaksa untuk setiap tersangka yang dipilih dari jaksa yang memiliki integritas tinggi.

Bahkan tim JPU untuk Antasari dipilih dari jaksa senior yang belum pernah bekerja dalam satu tim atau menjadi bawahan Antasari.

"Ada beberapa Kajari yang ikut menjadi JPU untuk Antasari. JPU memang jaksa pilihan," katanya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun, seumur hidup atau mati.

Antasari disangka memberikan perintah untuk membunuh, Sigid sebagai penyandang dana, Williardi sebagai orang yang mencari eksekutor sedangkan Jerry sebagai penghubungan antara Williardi dengan para eksekutor lapangan.

Lima eksekutor lapangan kini sedang menjalani persidangan di PN Tangerang yakni Daniel Daen Sabom alias Danil, Fransiscus Tadom Kerans alias Amsi, Heri Santoso bin Rasja Ali Bagol, Hendrikus Kiawalen alias Hendrik dan Eduardus Ndopo Mbete alias Edo.

Nasrudin tewas ditembak saat berada di dalam mobil sedan bernopol B 191 E, usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Kota Tangerang, 14 Maret 2009. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009