Twitter beri peringatan pada cuitan Trump karena "agungkan kekerasan"

Twitter beri peringatan pada cuitan Trump karena "agungkan kekerasan"

Presiden AS Donald Trump menunjukkan halaman depan New York Post saat berbicara kepada wartawan sambil menandatangani perintah eksekutif untuk perusahaan media sosial di Ruang Oval Gedung Putih, di Washington, Amerika Serikat, Kamis (28/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst/aww.

Cuitan ini melanggar aturan Twitter tentang mengagungkan kekerasan. Namun, Twitter telah menentukan bahwa mungkin kepentingan publik agar cuitan tetap dapat diakses
Bengaluru (ANTARA) - Twitter menyembunyikan sebuah cuitan dari Donald Trump pada Jumat, dan menudingnya melanggar aturan karena "mengagungkan kekerasan" setelah Presiden AS itu menulis bahwa penjarah dalam aksi unjuk rasa di Minneapolis akan ditembak.

Keputusan Twitter untuk turun tangan, pada saat kerusuhan sipil yang berkaitan dengan ras di kota-kota di seluruh AS, meningkatkan perselisihan antara Trump dan perusahaan teknologi itu.

Hal itu terjadi hanya beberapa jam setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengancam perusahaan media sosial Silicon Valley dengan peraturan baru tentang kebebasan berbicara.

"... PARA PENJAHAT ini tidak menghormati kenangan tentang George Floyd, dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Baru saja berbicara dengan Gubernur Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa militer terus mendampinginya. Setiap kesulitan dan kita berasumsi mampu mengambil kendali tetapi, ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih! " bunyi cuitan Trump.

Cuitan itu sekarang dapat dibaca setelah mengklik pemberitahuan yang mengatakan: "Cuitan ini melanggar aturan Twitter tentang mengagungkan kekerasan. Namun, Twitter telah menentukan bahwa mungkin kepentingan publik agar cuitan tetap dapat diakses."

Dalam sebuah utas, Twitter mengatakan telah mengambil tindakan atas cuitan Trump "demi mencegah orang lain terinspirasi untuk melakukan tindak kekerasan."

Orang masih "dapat meneruskan cuitan itu dengan komentar, tetapi tidak akan bisa menyukai, membalas, atau hanya meneruskan cuitan itu."

Twitter mengambil tindakan hanya beberapa jam setelah Trump mengatakan ia akan memperkenalkan undang-undang yang dapat membatalkan atau melemahkan undang-undang yang telah melindungi perusahaan internet, termasuk Twitter dan Facebook, dalam upaya mengatur platform media sosial tempat ia dikritik.

Legislasi yang diusulkan adalah bagian dari perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Kamis sore (28/5). Trump telah menyerang Twitter karena menandai cuitan tentang klaim penipuan yang tidak berdasar tentang pemungutan suara melalui surat dengan sebuah peringatan yang mendorong para pembaca untuk memeriksa faktanya.

Trump mengeluarkan cuitannya setelah berhari-hari kerusuhan di Minneapolis, di mana demonstrasi damai telah memicu pembakaran, penjarahan, dan vandalisme, ketika para pengunjuk rasa melampiaskan kemarahan mereka atas kematian Floyd---seorang pria kulit hitam yang terlihat di video terengah-engah kehabisan napas sementara seorang polisi kulit putih menekan lututnya di leher Floyd.

Empat petugas polisi yang terlibat dalam kematian Floyd telah dipecat dan FBI sedang menyelidiki.

Insiden itu adalah salah satu dari beberapa pembunuhan orang kulit hitam di AS dalam beberapa bulan terakhir yang memicu kemarahan. Langit malam Minneapolis diterangi nyala api dari kantor polisi yang telah dibakar semalam.

Protes simpati juga terjadi di kota-kota AS lainnya. Di Louisville, Kentucky, polisi mengatakan tujuh orang ditembak dan setidaknya satu dalam kondisi kritis.

Para pengunjuk rasa melampiaskan amarah atas pembunuhan yang dilakukan polisi lainnya terhadap Breonna Taylor, seorang wanita kulit hitam yang ditembak mati dalam sebuah serangan di apartemennya pada Maret lalu.

Wali Kota Louisville telah meminta FBI untuk meninjau temuan investigasi unit integritas publik kepolisian terhadap kematian Taylor, ketika sudah lengkap.


Sumber: Reuters


Baca juga: Pembunuhan George Floyd oleh polisi AS picu penjarahan dan pembakaran

Baca juga: Kepolisian Minneapolis minta maaf kepada keluarga George Floyd

Baca juga: DPR AS tuntut penyelidikan pembunuhan warga AS kulit hitam

 

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora: Malaysia tak cukup minta maaf lewat Twitter

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar