Havana, (ANTARA News) - Mantan Presiden Kuba Fidel Castro, Kamis bertemu dengan Wu Bangguo, orang nomor dua dalam Partai Komunis China yang sangat berpengaruh membicarakan hubungan bilateral, kata sumber-sumber pemerintah.

Wu pada hari terakhir dari kunjungan tiga harinya yang juga termasuk pertemuan dengan Presiden Kuba Raul Castro -- adik Fidel -- dan ketua parlemen Kuba Ricardo Alarcon, seperti dikutip dari AFP.

Fidel Castro, 83 tahun dan Wu yang juga ketua Kongres Rakyat Nasional China ,"berjabat tangan dengan mesra, saling memberikan salam hangat dan berembuk selama dua jam dalam suasana yang tulus dan bersahabat," kata sumber-sumber dalam delegasi China yang dikutip laman internet Kuba Cubadebate.

Castro dan Wu membicarakan "hubungan bilateral dan masalah-masalah lain kepentingan bersama," kata sumber itu kepada Cubadebate.

Wu tiba di Kuba Selasa malam. Pada hari Rabu, setelah bertemu dengan Raul Castro , kedua pemimpin sepakat bahwa hubungan antara China dan Kuba berada "pada saat paling bersejarah mereka," kata sebuah laporan resmi.

China ada satu sumber penting dana bagi Kuba, dan adalah mitra dagang terbesar keduanya setelah Venezuela, dengan perdagangan bilateral tahunan mencapai sekitar 2,6 miliar dolar.

Pada hari Rabu Wu dan Alarcon menyaksikan penandatangan sejumlah perjanjian termasuk pinjaman senilai 260 juta dolar untuk pembelian 10 pengiriman beras serta pinjaman 300 juta dolar untuk membantu meningkatkan jaringan telekomunikasi Kuba.

Fidel Castro, yang tidak tampil di muka umum sejak ia menjalani operasi usus tiga tahun lalu, Rabu bertemu dengan presiden Majelis Umum PBB, Miguel D`Escoto dari Nikaragua, yang mengemukakan kepada wartawan bahwa ia bertemu dengan mantan pemimpin Kuba itu dalam keadaan yang sangat sehat dan penuh semangat.

Fidel Castro terakhir terlihat dalam rekaman video 23 Agustus dalam satu diskusi dengan satu kelompok pemuda Venezuela yang mengunjungi dia di kediamannya.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009