Rapid Test BIN hari ke-7 masuk ke zona merah Sidoarjo

Rapid Test BIN hari ke-7 masuk ke zona merah Sidoarjo

Kegiatan "rapid test" massal yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN) di Jawa Timur, Kamis (4-6-2020). ANTARA/HO-BIN

Jakarta (ANTARA) - Rangkaian tes cepat (rapid test) COVID-19 massal yang digelar Badan Intelijen Negara guna memutus rantai penyebaran COVID-19 di Jawa Timur telah memasuki zona merah Sidoarjo pada penyelenggaraan hari ke-7, Kamis.

Rapid test arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Polisi (Purnawirawan) Budi Gunawan itu diselenggarakan di Terminal Keputih, Jalan Keputih, Surabaya dan di Pasar Taman Wonocolo, Sidoarjo.

"Untuk yang menunjukkan hasil rapid test reaktif akan langsung dilakukan penanganan swab test. Bila hasilnya positif, akan diisolasi di lokasi yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Surabaya," ujar Budi Gunawan dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ada 54 orang yang menunjukkan hasil reaktif dari 466 orang yang mengikuti tes cepa massal yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Pasar Taman Wonocolo, Sidoarjo.

Head of Medical Intelligence Sri Wulandari menyebut 54 orang itu akan dites swab COVID-19 bersama 20 orang tambahan dari rujukan puskesmas setempat.

"Yang di-swab test itu ada 74 (20 tambahan rujukan dari puskesmas setempat)," ujar dokter yang menangani rapid test COVID-19 yang digelar BIN itu.

Baca juga: Tes cepat massal di Pasar Dumai negatif COVID-19

Baca juga: Tiga calon penumpang batal berangkat karena tes cepat COVID-19 reaktif


Sementara itu, di Terminal Keputih, Jalan Keputih Surabaya, BIN telah melakukan rapid test terhadap 1.056 orang. Dari jumlah itu, hasilnya 121 orang reaktif.

"Untuk yang swab kami lakukan terhadap 126 orang, 5 orang rujukan dari puskesmas," urai Sri.

Kegiatan rapid test massal itu didukung tenaga medis, analis laboratorium, dan tenaga pendukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dengan dibantu 20 anggota BIN Daerah Jawa Timur.

Satgas lawan COVID-19 BIN membawa langsung Mobil Laboratorium COVID-19, ambulans, dan peralatan pendukung lainnya di kota Surabaya dan sekitarnya.

Mobil Laboratorium itu merupakan satu dari lima mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Dalam rapid test itu, BIN juga menyiapkan 1.000 sampai 3.000 alat rapid test beserta dua mobil laboratorium untuk Polymerase Chain Reaction Test atau tes swab setiap harinya.

Tes swab itu bagi warga yang reaktif dari hasil rapid test COVID-19. Mobil Lab dari BIN itu dapat mengambil 300 sampel per harinya. Adapun hasil tes swab bisa diketahui dalam 2,5 jam.

Baca juga: 1.378 warga Jakarta Utara telah laksanakan rapid test

Sebelumnya, BIN telah menggelar rapid test COVID-19 secara massal di sejumlah titik di Surabaya.

Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan untuk ibu kota Jawa Timur itu guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dishub Kalbar tutup rute penerbangan 2 maskapai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar