Istanbul (ANTARA News/Reuters) - Pemerintah Georgia Sabtu membebaskan 16 anggota awak kapal tanker Turki yang melanggar embargo ekonomi terhadap wilayah pemberontak Abkhazia, tapi kaptennya masih ditahan, kata CNN berbahasa Turki.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, yang akan berkunjung ke Tbilisi pekan depan, pada Jumat mengatakan, Georgia akan membebaskan kapten Mehmet Ozturk, yang dijatuhi hukuman 24 tahun penjara karena melanggar embargo tersebut, jika denda 18.000 dolar telah dibayar.

Keputusan mengenai pembebasan Ozturk akan dibuat pada satu tanggal kemudian, lapor CNN Turki, tanpa mengatakan bagaimana mereka memperoleh informasi itu.

Tanker itu ditangkap pada akhir Agustus di Laut Hitam oleh penjaga pantai Georgia ketika kapal itu berusaha untuk mengirim bahan bakar ke Abkhazia.

Georgia telah melarang semua aktivitas komersial dengan dua wilayahnya yang memisahkan diri, Abkhazia dan Ossetia Selatan, setelah perang lima hari tahun lalu dengan Rusia, ketika Moskow memukul mundur serangan Georgia di Ossetia Selatan. Rusia telah mengakui Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai negara merdeka.

Otzurk mengatakan pada pengadilan Georgia, kapalnya, Buket, ditangkap dengan todongan senjata. Pihak penjaga pantai menyatakan kapten kapal itu ditangkap di perairan Georgia pada rute ke Abkhazia.

Operator tanker itu, Densa, yang mengatakan Jumat mereka akan membayar denda, mempertahankan tanker itu di perairan internasional.

Tanker bahan bakar itu, yang beroperasi di bawah bendera Panama dengan satu awak Turki dan Azeri, membawa 2.000 ton minyak mentah dan 700 ton diesel.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009