Menkes Inggris: Protes rasisme meningkatkan risiko COVID-19

Menkes Inggris: Protes rasisme meningkatkan risiko COVID-19

Ribuan pengunjuk rasa berjalan bersama dari pusat kota ke lokasi penangkapan George Floyd, yang meninggal dunia saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Jumat (5/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Eric Miller/hp/cfo

London (ANTARA) - Aksi unjuk rasa antirasisme yang dihadiri oleh ribuan orang di London dan kota-kota besar Inggris lainnya "tak diragukan" berisiko menyebabkan lonjakan baru kasus COVID-19, kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, Minggu.

Ribuan orang hadir dalam aksi protes pada Sabtu (6/6) untuk menyuarakan amarah mereka terhadap kebrutalan polisi pascapembunuhan George Floyd di Minneapolis. Mereka turun ke jalan dengan mengabaikan imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan lantaran risiko COVID-19.

Ketika ditanya saat wawancara dengan saluran berita Sky News apakah lebih mungkin jumlah partisipan dalam aksi protes menyebabkan lonjakan kasus COVID-19, Hancock menjawab: "Tak diragukan lagi berisiko."

"Saya sangat mendukung argumen yang dibuat oleh para demonstran ... namun virus itu sendiri tidak pandang bulu dan berkerumun dalam kelompok besar untuk sementara waktu justru melanggar aturan sebab meningkatkan risiko penyebaran virus."

Sumber: Reuters

Baca juga: Demonstran antirasisme di Inggris bentrok dengan polisi berkuda

Baca juga: Unjuk rasa di Meksiko meluas, massa melempar batu ke Kedubes AS

Baca juga: Ribuan warga Australia tolak larangan protes "Black Lives Matter"


 

Unjuk rasa di Dataran Merdeka Kuala Lumpur

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar