Fasilitas Bandara Tolitoli Retak Akibat Gempa

Tolitoli (ANTARA News) - Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Rabu dinihari mengakibatkan fasilitas bangunan bandara Tolitoli di Desa Lalos mengalami keretakan hebat.

Bagian bangunan yang retak tersebut yakni ruang keberangkatan. Sisi kiri dan kanan gedung tersebut mengalami retak yang hebat hingga tembus ke ruang VIP yang juga bersebelahan dengan ruang keberangkatan.

"Banyak tempat yang retak mulai dari WC sampai ke ruang tunggu," kata Imran, petugas keamanan bandara udara Lalos, Rabu.

Dia menjelaskan untuk ruang tunggu terdapat tiga sudut yang mengalami retak parah dari lantai hingga ke plafon. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan jika terjadi guncangan lagi gedung tersebut bisa rubuh.

Menurut Imran, kepala bandara Lalos sudah melihat langsung kondisi bangunan tersebut, namun katanya dirinya tidak tahu tentang tindak lanjut dari dampak gempa tersebut.

Ancaman akan rubuhnya gedung akibat keretakan tersebut juga dikemukakan Mahdi Rumi, tokoh masyarakat di Tolitoli yang melihat langsung kondisi bangunan akibat gempa tersebut.

"Saya khawatir kalau gempa terjadi lagi dengan kekuatan 6.0 scala richter bangunan itu bisa rubuh," kata Mahdi Rumi.

Dia mengatakan, selain dinding retak, tiang peyangga teras gedung keberangkatan juga mengalami kerusakan sehingga bisa mengancam keselamatan jika sewaktu-waktu terjadi guncangan gempa.

Dampak dari gempa tersebut tidak mengakibatkan penundaan pemberangkatan penerbangan dari dan ke Tolitoli. Maskapai Merpati Airlines Rabu siang tetap melakukan penerbangan tujuan Palu dan Tarakan.

Sementara itu di Pulau Kabetan yang diperkirakan terjadinya pusat gempa dengan kekuatan 6.0 scala richter tersebut hingga kini belum ada laporan tentang kerusakan maupun luka-luka akibat gempa.

"Sampai sekarang belum ada laporan dari keluarga yang ada di Kabetan. Tadi ada yang menghubungi saya dari Palang Merah Indonesia Tolitoli menanyakan kondisi di sana (Kabetan). Tapi tidak ada kejadian di sana," kata Idris salah seorang tokoh pemuda di Pulau Kabetan yang dihubungi melalui telepon.

Pusat gempa yang terjadi pada Rabu tersebut berada pada 1.28 Lintang Utara - 120.74 Bujur Timur atau 27 Kilometer Barat Laut Tolitoli dengan kedalaman 12 kilometer. (*)

Pewarta: bwahy
Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Waspada potensi bencana alam di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar