Rupiah ditutup sedikit melemah, tertekan proyeksi ekonomi Bank Dunia

Rupiah ditutup sedikit melemah, tertekan proyeksi ekonomi Bank Dunia

Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi saat ini yang terus membaik...
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore melemah tipis seiring proyeksi terbaru yang dirilis Bank Dunia.

Rupiah ditutup melemah lima poin atau 0,04 persen menjadi Rp13.890 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.885 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, mengatakan, Bank Dunia dalam laporannya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mengalami fase yang mengkhawatirkan yaitu pertumbuhan ekonomi yang flat atau datar, di posisi nol persen.

"Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi saat ini yang terus membaik, itu bisa dilihat dari IHSG dan mata uang Garuda yang terus menguat dan ini pun di luar prediksi pemerintah dan Bank Indonesia," ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, proyeksi yang dirilis Bank Dunia tersebut kalah menarik dengan rilis cadangan devisa Indonesia yang naik 2,6 miliar dolar AS pada Mei sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar valas dan obligasi.

Baca juga: Bank Dunia proyeksikan ekonomi global mengkerut 5,2 persen pada 2020

Baca juga: Cadangan devisa Indonesia meningkat pada Mei, jadi 130,5 miliar dolar


Bank Dunia dalam laporannya menyebutkan akan terjadi resesi ekonomi global di 2020. Kegiatan ekonomi internasional akan menyusut 5,2 persen tahun ini atau merupakan resesi terdalam sejak Perang Dunia II dan kontraksi output pertama di negara berkembang dalam enam dekade terakhir.

Ekonomi AS misalnya diprediksi terkontraksi 6,1 persen. Sementara kawasan Eropa minus 9,1 persen dan ekonomi Jepang akan menyusut 6,1 persen.

Sehingga Bank Dunia memperkirakan akan ada kemungkinan paling buruk, yakni kontraksi ekonomi global hingga 8 persen di 2020. Di 2021 ekonomi juga diprediksi akan sedikit membaik dan tumbuh satu persen.

Outlook terbaru Bank Dunia itu membuyarkan semua proyeksi awal tahun ini, dimana ekonomi global diprediksi tumbuh 2,5 persen pada 2020.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp13.898 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.885 per dolar AS hingga Rp14.013 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.973 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.955 per dolar AS.

Baca juga: Analis: Rupiah masih berpeluang menguat, seiring pembukaan ekonomi

Baca juga: IHSG ditutup jatuh, tertekan sentimen negatif tambahan kasus COVID-19

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Budidaya kutu air bernilai jutaan rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar