Pagaralam, Sumsel,(ANTARA News) - Gempa tektonik berkekuatan 5,4 skala richter (SR) mengguncang Pagaralam, Sumatra Selatan (Sumsel) Kamis (17/9) pukul 06.46.00 WIB yang berpusat di Bintuhan, Provinsi Bengkulu.

Gempa yang cukup kuat tersebut sempat membuat warga panik berhamburan ke luar rumah dan kamar hotel. Akibat gempa ini gedung dan tiang listrik termasuk bangunan tinggi sangat terasa bergoyang, bahkan kantor pemerintahan banyak mengalami keretakan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepahyang Bengkulu, Dadang Pramana didamping Kapoltek Husni Tahmrin, mengatakan gempa tersebut terjadi pada pukul 06.46.00 WIB dengan titik koordinat 4,74 lintang selatan (LS) dan 102,53 bujur timur (BT).

"Pusat gempa yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami itu berada pada 94 Km barat daya Bintuhan, 120 Km barat laut Krui, Provinsi Lampung atau 138 Km barat laut Liwa, Lampung dengan kedalaman 25 Km," ungkapnya.

Ia menambahkan, gempa tersebut juga sempat membuat warga di Kabupetan Kepahiayang, Bengkulu kaget dan termasuk di Pagaralam berhamburan ke luar rumah, karena trauma dengan gempa-gempa besar yang pernah terjadi.

"Gempa kuat pernah terjadi pada tahun 2007 lalu yang sempat memporakporandakan ratusan bangunan di Jarai, Kabupaten Lahat dan merusak sejumlah bangunan perkantoran milik Pemko Pagaralam. Bahkan ada satu orang warga meninggal akibat tertipa bangunan dari beton," kata dia.

Kepala Pusat Pemantau Gunung Api Dempo Slamet didampingi Mulyadi, mengatakan gempa terasa dengan kekuatan 2 MMI jika diukur dengan alat seismograf. Gempa ini tidak hanya membuat masyarakat yang ada di sekitar gunung api dempo merasakan getarannya, tapi warga berada di seputaran Kota Pagaralam juga merasakannya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pasca gempa terasa tersebut tidak ada gempa susulan, dan termasuk pengaruhnya dengan aktivitas Gunung Api Dempo.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009