Kido/Hendra Juara Ganda Putra Jepang Terbuka

Kido/Hendra Juara Ganda Putra Jepang Terbuka

Markis Kido (depan) dan Hendra Wijaya (belakang) (ANTARA/Prasetyo Utomo)

Jakarta (ANTARA News) - Pasangan juara Olimpiade Beijing Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar pertama dalam lima bulan terakhir setelah unggul dalam pertarungan antar pasangan Indonesia di final Jepang Terbuka Super Series, Minggu.

Dalam final yang diselenggarakan di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Kido/Hendra mengalahkan ganda pelatnas lainnya Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama 21-19, 24-22 dalam pertandingan ketat selama 30 menit.

Gelar juara Jepang Terbuka adalah mahkota kedua yang diraih pasangan tersebut setelah memenangi Kejuaraan Asia di Suwon, Korea, April lalu.

Setelah memenangi game pertama 21-19, mantan peringkat satu yang turun ke urutan empat dunia itu tampaknya akan kehilangan game kedua saat tertinggal 16-20.

Namun beberapa pengembalian yang jatuh di luar lapangan dari pasangan Rian/Yonatan menambah angka bagi Kido/Hendra yang akhirnya berhasil kedudukan menjadi 20-20.

Peluang pasangan Rian/Yonatan kembali terbuka setelah mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 22-22, namun dua kali pegembalian mereka yang gagal memastikan kemenangan bagi Kido/Hendra.

"Ini gelar kedua kami tahun ini, senang sekali bisa mendapat gelar lagi, mudah-mudahan bisa stabil terus," ujar Kido mengenai kemenangan tersebut.

Saat ditanya apakah itu artinya pasangan yang lama absen dari kompetisi --terakhir kali bertanding di Indonesia terbuka Juni lalu-- karena gangguan kesehatan itu sudah kembali, Kido dengan tegas mengatakan, "Iya dong, akhirnya kami tidak puasa gelar lagi."

Lebih sabar

Sementara itu, unggulan keempat Taufik Hidayat mengakui bahwa lawannya, Bao Chunlai asal China, bermain lebih sabar sehingga mampu bermain lebih baik dan memenangi mahkota tunggal putra.

Taufik yang sesaat setelah memastikan tempat di final bertekad mengalahkan pemain China yang tidak diunggulkan itu, akhirnya menyerah dengan skor 15-21, 12-21.

"Dia lebih sabar dan lebih mantap juga pukulan-pukulannya," kata Taufik mengakui keunggulan lawannya.

Juara Olimpiade Athena itu juga mengatakan, ia banyak melakukan kesalahan sendiri dalam pertandingan yang berlangsung selama 39 menit itu.

Selain dari Bao Chunlai, China juga meraih gelar tunggal dan ganda putri melalui Wang Yihan dan pasangan Ma Jin/Wang Xiaoli.

Wang Yihan, juara bertahan sekaligus unggulan keempat, menang mudah atas rekan senegaraya Wang Xin 21-8, 21-9 dalam pertandingan tercepat hari itu.

Sedangkan Ma Jin/Wang Xiaoli memupus harapan tuan rumah Jepang untuk meraih gelar dalam turnamen berhadiah 200.000 dolar AS itu melalui pasangan unggulan ketujuh Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna. Pasangan China tersebut menumbangkan Maeda/Suetsuna dengan kemenangan 21-19, 21-18.

Adapun gelar ganda campuran diraih pasangan Thailand Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul dengan menyisihkan unggulan keenam asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 13-21, 21-16, 22-20. (*)

Pewarta: luki
Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar