Melahirkan di masa normal baru, beda dengan sebelum pandemi COVID-19?

Melahirkan di masa normal baru, beda dengan sebelum pandemi COVID-19?

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Para wanita yang akan menjalani persalinan di masa normal baru haruskah menjalani prosedur khusus dibandingkan jika melahirkan di masa sebelum pandemi COVID-19?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah, Eric Kasmara mengatakan secara umum perbedaan terletak pada pemberlakukan prosedur screening COVID-19.

"Sejak era pandemi COVID-19, (rumah sakit) tetap bisa melayani persalinan normal, bedanya ada screening COVID-19," ujar dia dalam Webinar RS Pondok Indah Group "Persiapan Persalinan di Masa New Normal", Kamis.

Untuk ibu yang positif COVID-19, persalinan akan dilakukan dengan Sectio-Cesarean, kemudian tidak dianjurkan menjalani inisisasi menyusui dini (IMD) karena ASI nantinya akan diperah dan diberikan kepada bayinya melalui botol.

Baca juga: Keluhan saat hamil dari trimester awal hingga akhir

Baca juga: Kapan saja USG saat kehamilan harus dilakukan?


"Tidak direct breastfeeding karena berisiko menularkan. Kalaupun ingin menyusui langsung harus benar-benar ada proteksi. Ibunya harus pakai masker N95, kalau perlu dobel dengan masker medis juga dan pakai faceshield," tutur Eric.

Kemudian, ibu yang positif COVID-19 juga tidak dianjurkan menggunakan ruang rawat gabung dengan ibu lainnya.

Lalu, jika ibu positif apakah akan menulari bayinya? Eric mengatakan, hingga saat ini belum ada bukti apakah virus penyebab COVID-19 bisa menular ke bayi dari ibu hamil baik saat hamil ataupun persalinan.

Sebelum menjalani persalinan, para wanita hamil harus memperhatikan asupan nutrisinya, hindari berada di dalam keramaian karena Anda tidak tahu bisa saja orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 berada di sekitar Anda.

"Meskipun pakai masker tetapi jaraknya dekat bisa saja terjadi penularan," kata Eric.

Selain itu, penuhi kebutuhan cairan dengan meminum air putih, beristirahat cukup, berolahraga, menghindari mengenakan sepatu bertumit tinggi dan berlatih teknik pernapasan.

Agar kehamilan aman, wanita hamil juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, jaga jarak fisik dengan orang lain dan menghindari menyentuh wajah (mata, mulut dan hidung) sebelum mencuci tangan.

"Jika Anda bergejala demam, batuk, pilek, segera konsultasi pada dokter Anda," kata Eric.

Baca juga: Ibu melahirkan dan bayi dituntut beradaptasi dengan normal baru

Baca juga: Di Belgia, seorang ibu positif COVID-19 melahirkan bayi sehat

Baca juga: Dokter : ibu hamil cenderung lebih aman dari COVID-19

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Desa yang terapkan wajib lapor dan "screening" bagi pemudik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar