Denpasar  (ANTARA News) - Pria bercadar yang sempat mengamuk dengan pedang terhunus di Denpasar, Bali, tidak terkait dengan masalah aksi teror yang dilancarkan kaum teroris.

"Tidak, kasus pria bercadar itu sama sekali tidak ada kaitan dengan aksi yang selama ini dilancarkan para teroris seperti Noordin M Top dan kawan-kawan," kata Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana ketika dihubungi di Denpasar, Kamis.

Ia menyebutkan, dari hasil penyelidikan, kasus yang melibatkan pria bercadar itu murni tindak kriminal biasa, yakni aksi penganiayaan terhadap para korbannya dengan menggunakan senjata tajam.

"Itu murni tindak penganiayaan yang diduga berlatar belakang masalah dendam," kata Kapoltabes menjelaskan.

Dikatakan, pihaknya kini tengah memburu seorang pria bercadar yang sempat mengamuk dan melukai tiga korban dengan sabetan senjata tajam di Gang Katalia Jalan Cokroaminoto, Denpasar itu.

Kapoltabes Widana menyebutkan, untuk dapat meringkus si tersangka, pihaknya telah mengerahkan tim buser guna melacak pria yang saat melancarkan aksi kejahatannya mengenakan penutup bagian wajah yang mirip cadar.

Dari sejumlah saksi yang telah didengar keterangannya, menyebutkan bahwa hanya bagian kedua bola mata dari pria itu saja yang tampak saat dia mengamuk dengan senjata pedang terhunus.

"Yang tampak hanya bagian matanya, jadi cukup sulit bagi kami untuk dapat menunjuk identitas pria tersebut," katanya.

Namun demikian, lanjut Kombes Widana, pihaknya akan melakukan upaya keras untuk dapat meringkus pria yang telah melukai tiga korban hingga mereka harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut saksi, seorang pria dengan mengenakan cadar pagi itu mendatangi UD Dana Mertha, tempat usaha pembuatan kusen dan kerajinan kayu lainnya di Gang Katalia, Denpasar. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009