Rio De Janeiro (ANTARA News/Reuters) - Menurut striker Luis Fabiano, Brazil tidak kekurangan motivasi untuk dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia terakhir mereka kendati telah membukukan tempat pada putaran final di Afrika Selatan tahun depan.

Brazil, yang lolos saat masih menyisakan tiga pertandingan ketika mereka menang 3-1 di Argentina bulan lalu, akan melawan tim yang sudah tersisih Bolivia di La Paz pada Minggu dan menjamu Venezuela tiga hari kemudian.

"Itu pertandingan-pertandingan penting bagi mereka yang ingin mengamankan tempat mereka (dalam tim)," kata Luis Fabiano di kamp latihan Brazil Granja Comary di Teresopolis.

"Saya juga ingin main karena saya ingin menjadi penembak jitu teratas dalam kualifikasi," katanya kepada wartawan.

Dua gol Luis Fabiano saat meraih kemenangan di Rosario membuat total pengumpulan golnya menjadi sembilan sebagai pencetak gol terbanyak dalam Grup Amerika Selatan.

Meskipun Brazil dulu telah mengeluh harus bermain dalam atmosfir tipis di La Paz, 3.600 meter di atas permukaan laut, tidak ada keluhan dari tim asuhan pelatih Dunga.

Striker cadangan Diego Tardelli mengatakan: "Kami mendekati Piala Dunia dan saya pendatang baru (dalam tim), saya harus merebut peluang ini. Mimpi saya adalah ke sana (Afrika Selatan)".

Tardelli adalah pencetak gol kedua teratas dalam kejuaraan Brazil dengan 14 gol, selisih satu dibanding rekan setimnya di Brazil Adriano.

Pemain lain yang semestinya mendapat peluang untuk menunjukkan kepada Dunga bahwa ia berharga, saat pemain belakang Lucio dan Juan absen karena cedera, adalah Naldo dari Werder Bremen.

Tim urutan ketujuh Venezuela, yang akan menjamu tim yang sudah lolos Paraguay pada Sabtu, masih punya peluang tipis untuk mencapai putaran final. Empat tim teratas dalam grup tersebut otomatis langsung lolos dan Chile hampir mencapainya di posisi ketiga.

Venezuela berada dua poin di bawah tim urutan keempat Ekuador, kurang satu poin dari Argentina, sama dengan Uruguay, dan unggul satu poin di atas Kolombia dalam perebutan tempat keempat yang ketat dan tim yang berakhir di urutan kelima maju ke babak playoff melawan satu tim dari zona CONCACAF. (*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009