Pangkalpinang (ANTARA News) - Tim ekspedisi Sriwijaya dari Badan Arkeologi Palembang melakukan penelitian terhadap situs Kota Kapur di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, untuk dikembangkan dan dilestarikan.

"Kota Kapur ini merupakan peninggalan bersejarah yang merupakan aset budaya yang sangat penting bagi daerah ini. Kami akan teliti lebih jauh keberadaannya," kata Kepala Badan Arkeologi Palembang, Nurhadi Rangkuti di Pangkalpinang.

Ia menjelaskan, berdasarkan penelitian sebelumnya, diperkirakan Kota Kapur yang terdapat di Selat Bangka itu lebih tua dari Kerajaan Sriwijaya dan di Sungai Sugian yang berdampingan dengan Kota Kapur sudah ada peradaban sejak abat ke-5.

"Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sejumlah situs yang memiliki keterkaitan dengan Kota Kapur, di mana kota ini juga dijaga ketat oleh Kerajaan Sriwijaya yang dikenal dengan kerajaan bahari," ujarnya.

Dia mengatakan, letak Kota Kapur ini sangat strategis yaitu di Selat Bangka dan aktivitas niaga cukup maju sehingga dijaga ketat oleh Sriwijaya.

"Pulau Bangka ini sudah dikenal berabad-abad yang silam, hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian bahwa Bukit Manumbing itu adalah jalan masuk menuju Kerajaan Sriwijaya," ujarnya.

Dia menambahkan, selain melakukan penelitian terhadap Kota Kapur, tim ekspedisi yang berjumlah sebanyak 34 orang itu juga akan melakukan penelitian terhadap situs peninggalan bersejarah di bawah air.

"Daerah perairan laut Babel terdapat situs bersejarah yang sangat banyak, demikian juga dengan harta karun dari kapal tenggalam pada zaman dahulu," ujarnya.

Tim akan melakukan penyelaman untuk melakukan penelitian dan hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah daerah dengan harapan dapat dijaga dan dilestarikan sebagai benda cagar budaya.

Sementara itu, peneliti arkeologi dari Pusat Penelitian Pengembangan Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, mengatakan, diperkirakan Kota Kapur sudah ada jauh sebelum berdirinya Kerajaan Sriwijaya.

"Jauh sebelum berdirinya Kerajaan Sriwijaya sudah ada hunian di Kota Kapur, hal itu dibuktikan dengan sejumlah situs sejarah yang ditemukan di kota itu," ujarnya.

Menurut dia, Kota Kapur menjadi daerah yang cukup strategis karena memiliki sumber daya alam tinggi di antaranya timah.

"Hal itu itu dibuktikan dengan ditemukannya arca dan perunggu yang memiliki kandungan timah," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Babel, Yan Megawandi, mengatakan penilitian terhadap Kota Kapur membantu daerah itu dalam menggali keberadaan situs sejarah untuk dikembangkan dan dilestarikan.

"Pengembangan Kota Kapur sebagai situs sejarah peradaban masa lalu dapat mendukung program Visit Babel Archi 2010, apalagi ini juga diekspos oleh sejumlah wartawan nasional yang tentu dapat mempromosikan Babel," ujarnya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009