Jakarta (ANTARA News) - Realisasi belanja subsidi hingga 30 September 2009 mencapai Rp67,91 triliun atau 42,92 persen dari target subsidi dalam APBNP.

"Angka tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2008 yang sudah mencapai Rp178,82 triliun atau 76,06 persen," kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu, Herry Purnomo di Jakarta, Jumat.

Herry menyebutkan, realisasi subsidi sebesar Rp67,91 triliun terdiri dari subsidi energi Rp50,50 triliun (50,53 persen). Angka itu lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai Rp155,09 triliun (82,89 persen).

Sedangkan subsidi non energi mencapai Rp17,42 triliun atau 29,94 persen. Periode yang sama tahun lalu mencapai Rp23,19 triliun atau 49,02 persen.

Sementara itu realisasi penerimaan negara dan hibah mencapai Rp563,56 triliun atau 64,70 persen.Periode yang sama tahun lalu mencapai 77,17 persen atau Rp690,62 triliun.

Penerimaan perpajakan mencapai Rp432,53 triliun atau 66,34 persen. Periode yang sama tahun lalu mencapai Rp480,78 triliun atau 78,92 persen.

Realisasi penerimaan cukai mencapai Rp41,17 triliun atau 75,47 persen. Periode yang sama tahun lalu Rp38,50 triliun atau 84,21 persen. "Realisasi penerimaan cukai secara nominal naik tapi secara presentasi turun karena targetnya dinaikkan," kata Herry.

Sedangkan realisasi penerimaan perpajakan internasional mencapai Rp13,50 triliun atau 67,40 persen. Periode yang sama 2008 mencapai Rp29,40 triliun atau 101,46 persen.

Jumlah Rp13,50 triliun terdiri dari penerimaan Bea Masuk (BM) Rp12,95 triliun, dan bea keluar (BK) sebesar Rp554,5 miliar.

Sementara itu realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) mencapai Rp229,97 triliun atau 67,60 persen, pajak pertambahan nilai (PPN) Rp127,98 triliun atau 63,02 persen. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp14,17 triliun atau 59,37 persen.

Realisasi penerimaan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) mencapai Rp3,52 triliun atau 50,44 persen. Sementara pajak lainnya Rp2,24 triliun atau 68,83 persen. Penerimaan sumber daya alam mencapai Rp73,93 triliun atau 53,32 persen.

Sementara itu realisasi belanja negara mencapai Rp596,79 triliun atau 59,63 persen.

"Tahun ini memang turun, baik secara nominal maupun persentasi. Saya tidak tahu kenapa," katanya.

Belanja itu antara lain belanja pemerintah pusat sebesar Rp380,6 triliun atau 55,09 persen, yang terdiri dari belanja pegawai Rp99,88 triliun atau 74,70 persen, belanja barang Rp43,72 triliun atau 61,29 persen, belanja modal Rp37,43 triliun atau 51,01 persen, pembayaran utang Rp73,02 triliun atau 66,63 persen.

Sementara transfer ke daerah melalui dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp155,35 triliun atau 83,33 persen. Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp39,79 triliun atau 53,82 persen. Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp12,20 triliun atau 49,17 persen.

"Realisasi defisit mencapai Rp33,23 triliun, dibanding periode yang sama 2008, tahun lalu terdapat surplus Rp31,21 triliun karena penerimaan pajak cukup besar," kata Herry.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009