Jakarta, (ANTARA News) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat pagi naik 15 poin menjadi Rp9.350-Rp9.365 per dolar, karena sentimen positif masih menyelimuti pasar uang, dimana pelaku pasar terus aktif membeli rupiah.

Pengamat pasar uang, Harry Kurniawan di Jakarta, Jumat mengatakan, rupiah diperkirakan akan terus menguat hingga dibawah angka Rp9.300 per dolar, karena sentimen positif masih berlanjut.

Aktifnya pelaku asing bermain di pasar domestik merupakan faktor utama yang mendorong rupiah menguat hingga di atas level Rp9.300 per dolar, ucapnya.

Penguatan rupiah, menurut Harry Kurniawan, karena didukung oleh pelemahan dolar AS yang terus terjadi di pasar regional, dan defisit perdagangan AS yang masih terjadi.

Karena itu peluang rupiah untuk bisa mendekati angka Rp9.000 per dolar diperkirakan masih cukup besar, ucapnya.

Harry Kurniawan mengatakan, rupiah pada pekan depan diperkirakan akan masih bergerak naik, meski dikhawatirkan ada aksi ambil untung oleh pelaku pasar.

Pelaku pasar kemungkinan akan melepas rupiah untuk mencari untung, setelah tiga hari lalu mata uang Indonesia menguat tajam, ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan, penguatan rupiah yang terjadi saat ini memberikan dampak positif di satu sisi, namun di sisi lainnya juga memberikan dampak negatif.(*)

 

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009