Liga 1 Indonesia

Adam Alis tak sabar nantikan kembalinya kompetisi

Adam Alis tak sabar nantikan kembalinya kompetisi

Pesepak bola Bhayangkara FC Adam Alis melakukan selebrasi usai mencetak gol saat melawan Arema FC pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (27/11/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Gelandang Bhayangkara FC Adam Alis mengaku tak sabar menantikan kembalinya kompetisi Liga 1 Indonesia yang akan mulai digulirkan pada Oktober mendatang setelah terhenti selama empat bulan.

Mantan pemain Arema FC itu menilai PSSI telah mengambil keputusan yang tepat untuk memulai lagi kompetisi. Namun yang patut diperhatikan yakni penerapan protokol kesehatan ketat guna menghindari hal yang tak diinginkan.

"Kalau liga menurut saya pribadi memang harus diteruskan. Opsinya bisa tanpa penonton, karena saya juga setuju dilanjut biar bisa latihan bareng, bisa lagi kebersamaan dan bertanding," ujar Adam seperti dilansir dari laman resmi klub di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Gol tunggal Adam Alis bawa Bhayangkara kalahkan Arema

Soal rencana regulasi pemain U-20 di Liga 1, Adam menyambutnya dengan positif. Apalagi Indonesia akan menghadapi Piala Dunia U-20 2021 sehingga bisa membantu para pemain muda mendapat jam terbang.

Adam juga merasa bahwa regulasi U-20 sangat penting untuk mengasah kemampuan para pemain muda. Apalagi dia juga menjadi salah satu pemain di Liga 1 yang merasakan dampak persaingan kompetitif saat usia muda.

Baca juga: Adam Alis minta maaf kepada The Jakmania

"Regulasi U-20 juga hal bagus, biar mereka pemain muda bisa dapat jam terbang," katanya.

Ketika disinggung perihal aktivitas di rumah saja, ia mengaku tak hanya melakukan latihan mandiri saja, namun mengurus kedai kopi miliknya. Di sisi lain, ia juga punya waktu banyak untuk membuat konten di kanal Youtube.

"Selama pandemi tetap di rumah, olahraga lalu ada bisnis kopi, selingan buat jagain cafe dan main bola bareng sama teman lalu buat video konten buat Youtube," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Liga Muslim Dunia sebut Museum Rasulullah bukti moderasi Islam Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar