Washington (ANTARA News/Reuters) - Satu pesawat Norhwest Airlines yang membawa 144 penumpang dari San Diego menuju Minneapolis kehilangan kontak dengan pengawas udara selama lebih dari satu jam dan terbang ke luar jalur tujuannya sampai 241 kilometer, kata beberapa pejabat Kamis.

Dewan Keselamatan Angkutan Nasional (NTSB) mengatakan kedua pilot pesawat dengan Nomor Penerbangan 188 tersebut, Airbus A320, memberitahu pihak berwenang setelah mendarat dengan selama Rabu malam bahwa mereka telah bingung selama "pembahasan panas mengenai kebijakan penerbangan".

NTSB, Kamis, mengatakan akan mengkaji data penerbangan pesawat itu dan rekaman suara dan mewawancarai pilot. Di antara masalah lain, para penyelidikan akan meneliti kelelahan awak untuk melihat apakah kedua pilot kelelahan, kata NTSB.

Northwest Airlines adalah milik Delta Air Lines, yang menyatakan kedua pilot telah dibebaskan dari penyelesaian penundaan terbang aktif dalam penyelidikan NTSB dan penyelidikan intern oleh Delta.

Penyelidikan dewan keselamatan dapat memakan waktu berbulan-bulan sampai selesai.

Pesawat tersebut terbang pada ketinggian 37.000 kaki ketika pesawat itu kehilangan kontak radio antara pukul 20:00 dan 21:15 waktu wilayah timur.

Pesawat dengan Nomor Penerbangan 188 berada 241 kilometer dari jalurnya saat awak kembali melakukan komunikasi dan meminta izin berbalik, kata para pejabat.

Polisi bandar udara naik ke pesawat tersebut di Minneapolis untuk memastikan tak ada pembajakan atau kegiatan kriminal lain, kata jurubicara bagi Bandar Udara Minneapolis-St Paul,

Pihak militer disiagakan selama peristiwa itu dan menyiagakan beberapa jet tempur untuk sementara, kata Komando Pertahanan Udara Amerika Utara.

Pada Senin, satu pesawat Delta Boeing 767 dengan 182 penumpang mendarat di jalur taksi dan bukan di landasan pacu yang disediakan di bandar udara Hartsfield, Atlanta. Jalur taksi tersebut, yang berdampingan dengan landasan pacu, masih aktif tapi tak ada kendaraan saat peristwa itu terjadi.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009