Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Yuli Mumpuni Widarso mengatakan ada 11 produk Indonesia yang sangat potensial untuk diekspor ke pasar Aljazair dengan primadona minyak sawit mentah (CPO) yang menguasai pangsa pasar 96,09 persen.

Dalam paparannya dalam acara "Trade Expo Indonesia Trade, Torism, Investment Forum" yang diselenggarakan di Jakarta 28-30 Oktober 2009, Yuli mengatakan bahwa prospek ekspor non-migas Indonesia ke Aljazair sangat menjanjikan.

"Semua kebutuhan masyarakat Aljazair merupakan produk impor, bahkan bisa dikatakan dari keset rumah hingga belakang semuanya di ekspor. Kondisi ini sangat menjanjikan untuk produk Indonesia," katanya.

Sebelas produk ekspor Indonesia di pasar Aljazair yang memiliki prospek adalah CPO, kopi, pipa, minyak sayur, plywood, kabel dan perlengkapan kelistrikan, bahan material kontruksi, bahan-bahan kosmetik, "Caoutchouc", mesin pencetak dan "polytheline".

Menurut Yuli, kesebelas produk tersebut menguasai pangsa pasar di atas satu persen, dengan primadona CPO dengan nilai mncapai 161.273 juta dolar AS pada 2008 lalu.

Dia juga menyebutkan bahwa impor Aljazair dari Indonesia 0,61 persen dari total impornya, sehingga Indonesia menempati urutan ke-27 untuk negara sumber barang impornya.

Nilai impor Aljazair mencapai pada 2007 lalu senilai 27,631 miliar dolar AS, dimana negara mendominasi adalah Perancis yang menguasai 30,3 persen pangsa pasar dan diikuti oleh Italia 8,2 persen, Jerman 6,5 persen, Spanyol 5,5 persen, AS 5,2 persen, China 5,1 persen, Turki 4,3 persen.

Per 2008 jumlah penduduk Aljazair sebanyak 33 Juta dengan pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, cadangan devisa 133 miliar dolar AS, "gross domestic product (GDP) mencapai 235.5 miliar dolar AS dan pendapatan per kapita 7,200 dolar AS.

Neraca perdagangan Indonesia-Aljazair per 2008 mencapai 378,380 juta dolar AS, dimana ekspor Indonesia hanya 109,124 ribu dolar AS, sedangkan impor mencapai 378,649 juta dolar.

Dengan kondisi ini, Yuli berharap ada peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Aljazair, sehingga bisa terjadi keseimbangan neraca perdagangan.

Dalam "Trade Expo Indonesia 2009" ini KBRI Aljazair telah mengajak 31 pengusaha untuk dipertemukan dengan pengusaha Indonesia dan diharapkan bisa berlanjut dengan hubungan bisnis. ***2***

(T.J008/B/A026/A026) 28-10-2009 04:39:22

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009