Kupang (ANTARA News) - Sekretaris Camat Kobalima Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Maternus Bere, akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah diamankan beberapa lama di KBRI Dili atas sangkaan terlibat kasus pembantaian massal di Timor Timur pada 1999.

"Bapak sudah dipulangkan dari KBRI Dili di Timor Leste ke Atambua, Kamis (29/10) kemarin. Pemulangan Bapak sangat rahasia, sehingga kami sekeluarga juga baru mengetahuinya tadi pagi," kata Eliseus Kehi, putra kedua pasagan Maternus Bere dan Virginia Pareira saat dihubungi dari Kupang, Jumat.

Mahasiswa sementer akhir Fakultas Teknik Arsitek sebuah universitas ternama di Yogayakara itu mengaku, ayahnya kini dalam pengamanan pihak berwajib di Atambua.

"Tadi pagi pihak keamanan sudah jemput di perbatasan Mota Ain, dan kini kita masih diamankan, apalagi kondisinya agak drop saat tiba di Atambua," katanya.

Ia juga menyebutkan pemulangan ayah lima anak ini selama dalam perjalanan mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Timor Leste hingga sampai pintu perbatasan kedua negara di Mota Ain.

"Saya atas nama keluarga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Indonesia melalui KBRI di Dili, aparat keamanan dan warga eks Timtim di Timor Barat serta media massa dan semua pihak yang telah membantu memulangkan bapak dalam keadaan selamat dan sehat ke Indonesia," katanya.

Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus yang dikonfirmasi terpisah juga mengaku mendapat informasi kalau Maternus telah dipulangkan ke Atambua, namun sangat dirahasiakan sehingga publik tidak mengetahuinya pada saat itu.

Saat ini mantan Komandan Kompi II milisi Laksaur di Suai, Kobalima itu masih dalam pengawalan pihak keamanan, namun tidak diketahui dimana Maternus diamankan.

"Saya dapat informasi, dia sudah dipulangkan, tapi masih dalam pengamanan ketat pihak berwajib. Diperkirakan dalam satu dua hari ke depan akan melaporkan diri kepada Pemkab Belu" katanya Taolin. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009