Artikel

"Kutukan" para pemain "Glee", bunuh diri hingga disebut rasis

Oleh Maria Cicilia

"Kutukan" para pemain "Glee", bunuh diri hingga disebut rasis

Para pemain "Glee" saat meraih Serial Televisi Musikal atau Komedi Terbaik Golden Globe Awards di Beverly Hilton Hotel, Los Angeles, AS (16/1/2011) (Hahn Lionel/ABACA via Reuters Co/Hahn Lionel/ABACA)

Jakarta (ANTARA) - Serial drama musikal "Glee" yang tayang pertama kali pada tahun 2009 meraih kesuksesan besar di industri televisi Amerika Serikat, tak hanya itu penjualan soundtrack hingga rangkaian tur konsernya membuat para pemainnya mendapat popularitas yang luar biasa.

Pembuatan serial "Glee" disebut terinspirasi dari kisah tentang kelompok paduan suara unik di sebuah sekolah di Ohio. Serial ini mengangkat tema yang berangkat dari isu sosial dan pernah dialami kaum muda.

Terlepas dari kesuksesan besarnya, terdapat banyak skandal dan berita duka dari para pemainnya bahkan orang menyebutnya sebagai "kutukan Glee", berikut ini adalah daftarnya:

​​​​​Cory Monteith
 
Aktor Cory Monteith menghadiri penayangan perdana musim kedua serial televisi "Glee" di studio Paramount, Los Angeles, Amerika Serikat, dalam foto arsip bertanggal 7 September 2010 ini. Pemain serial "Glee" Cory Monteith ditemukan tewas di sebuah hotel di Vancouver, Kanada, Sabtu (13/7) lalu. (REUTERS/Mario Anzuoni/Files )

​​​​​​​Aktor asal Kanada ini memerankan karakter Finn Hudson dalam "Glee". Cory ditemukan meninggal pada 2013 akibat overdosis obat-obatan terlarang. Cory telah melakukan rehabilitasi berkali-kali namun tidak pernah benar-benar lepas dari narkoba.

​​​​Saat ditemukan meninggal, terdapat jarum suntik bekas, sendok dan dua botol kosong sampanye di dekat jasadnya.

Baca juga: Naya Rivera tentang Cory Monteith

Baca juga: Monteith meninggal, penayangan Glee ditunda

Oleh Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar