WNA pelaku eksploitasi anak kerap pukuli korbannya

WNA pelaku eksploitasi anak kerap pukuli korbannya

Konferensi pers pengungkapan kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) oleh Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020). ANTARA/Fianda Rassat

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan warga negara asing (WNA) yang menjadi tersangka kasus eksploitasi seksual anak, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) kerap memukuli korbannya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana mengatakan tersangka Franz yang berkewarganegaraan Prancis kerap memukuli anak di bawah umur yang menolak berhubungan badan dengan tersangka.

"Bagi anak yang tidak mau disetubuhi, di sinilah unsur kekerasan juga ada, anak itu ditempeleng bahkan ditendang," kata Nana di Mako Polda Metro Jaya, Kamis.

Tersangka juga memberikan bayaran mulai dari Rp250 ribu hingga Rp1 juta rupiah untuk setiap anak yang dieksploitasi.

Nana mengatakan korbannya berusia antara 10 hingga 17 tahun. Dia mencari korbannya di mall-mall hingga anak-anak jalanan dengan iming-iming menjadi model dan diajak ke hotel.

Ketika sampai hotel, korban diminta untuk berfoto tanpa busana dan dipaksa berhubungan badan.

"Untuk modus operandi tersangka untuk berjalan-jalan dimana ada kerumunan anak-anak mereka mendekati, dibujuk dan diajak ditawarkan jadi foto model. Anak yang mau mereka bawa ke hotel," kata Nana.

Baca juga: WNA pelaku eksploitasi anak tidak kooperatif saat diperiksa
Baca juga: WNA pelaku eksploitasi anak tidak kooperatif saat diperiksa


Nana mengatakan kasus ini terungkap berkat adanya laporan masyarakat mengenai WNA yang diduga mengeksploitasi anak di bawah umur dengan iming-iming sebagai model.

Pihak Kepolisian kemudian menanggapi laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan dan berujung dengan penangkapan Franz di salah satu hotel di Jakarta Barat.

Saat penangkapan Franz, petugas juga turut mengamankan anak perempuan di bawah umur.

Akibat perbuatannya, Franz kini telah menyandang status tersangka dan dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 junto 76 D UU Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

Polisi juga menyita barang bukti berupa laptop berisi 305 video porno, puluhan kostum untuk pemotretan, peralatan fotografi, kamera tersembunyi, alat bantu seks hingga kontrasepsi.
Baca juga: Polisi dalami alasan pembuatan video oleh pelaku eksploitasi anak
Baca juga: Polda Metro tangkap WN Prancis akibat eksploitasi seksual 305 anak

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sosialisasi ganjil genap diperpanjang hingga 7 Agustus 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar