Presiden Yudhoyono Lantik Tiga Kepala Staf Angkatan

Jakarta, (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik tiga perwira tinggi TNI sebagai Kepala Staf Angkatan, masing-masing Letjen TNI George Toisutta sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, Laksamana Madya TNI Agus Suhartono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut, dan Marsekal Madya TNI Imam Sufaat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara.

Pelantikan tiga kepala staf angkatan tersebut dilakukan di Istana Negara, Senin, dan dihadiri Wakil Presiden Boediono, seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Kepala Polri Bambang Hendarso Danuri serta pejabat tinggi negara lainnya.

Ketiganya diangkat sebagai kepala staf angkatan berdasarkan Keppres 49/TNI tahun 2009.

George Toisutta merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1976 dan mengawali karir militernya pada 1978 sebagai Komandan Pleton 1- Kipan-C Yonif-74/BS.

Bapak tiga anak ini sepuluh tahun kemudian diangkat sebagai Kasi-2 Ops Brigif -1/PIK Kodam Jaya, dan satu tahun kemudian dipercaya Wakil Komandan Yonif-201/JYB Kodam Jaya.

Alumni Sesko Angkatan Darat 1992 itu kemudian dipercaya untuk menduduki Kepala Staf Divisi-2 Kostrad, Kasdam Jaya pada 2003, Pati Mabes TNIB pada 2003 dan pada 2004 didaulat untuk menjadi Panglima Divisi-1 Kostrad.

Karir militernya terus menanjak ketika pada 2005 pria kelahiran Ujungpandang itu diangkat sebagai Pangdam XVII/Trikora, dan Pangdam III/Siliwangi pada 2006.

George juga sempat melaksanakan tugas dalam operasi militer di Timor Leste dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD), serta terakhir dipercaya sebagai Panglima Kostrad.

Laksamana Madya TNI Agus Suhartono adalah lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1978 yang mengawali karir militernya diberbagai jenis kapal perang di Jajaran Komando RI Kawasan Timur sejak 1979 antara lain sebagai perwira divisi Komunikasi KRI Yos Sudarso, perwira divisi komunikasi KRI Sam Ratulangi, Komandan KRI Kakap, Komandan KRI Sultan Thaha Syaifudin dan Komandan KRI Ki Hajar Dewantara.

Pada 1999, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu dipercaya sebagai Perwira Pembantu (Paban) V Spra Ops Staf Operasi Angkatan Laut dan pada 2002 ayah dua putera itu kembali ke Koarmatim untuk menduduki kursi Komandan Komando Latihan Armatim.

Setahun kemudian alumnus Lemhanas 2003 itu dipercaya untuk menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan pada 2005 dipercaya sebagai Komandan Satgas Pengadaan Kapal Perang Korvet kelas Sigma dari Belanda.

Pada 2006, pria kelahiran 25 Agustus 1955 itu diangkat sebagai Wakil Asisten Perencanaan Kasal dan hanya lima bulan kemudian Agus dipercaya untuk menjadi Komandan Komando Pendidikan TNI AL (Kodikal). Karir militernya terus menanjak setelah Agus dipercaya menjadi Asisten Perencanaan Kasal dan Irjen Departemen Pertahanan.

Marsekal Madya TNI Imam Sufaat adalah lulusan Akademi Angkatan Udara 1977 dan mengawali karir militernya sebagai penerbang tempur dan ditugaskan ke Skadron Udara 3. Total jam terbang sampai dengan saat ini sekitar 4.850 jam dengan tipe pesawat T 34 C, T 34 A, L 29, T41 D, AS 202 Bravo, T33, F 5 E/F, Hawk MK 53, Hawk 100, dan Air Macci 336.

Jabatan yang pernah ia emban di Skadron operasi mulai dari perwira penerbang, Element Leader, Komandan Flight, dan terakhir sebagai Dan Skadik 103/Dan Skad 15. Pada tahun 1997/1998 ia dipercaya sebagai Atase Udara di London.

Pada 1999/2000 sebagai Wadan Lanud Pekanbaru. Setahun kemudian hingga 2002 Imam dipercaya sebagai menjadi Dan Lanud Supadio Pontianak, Dan Lanud Iswahyudi, Waasops Kasum TNI, Gubernur AAU, dan terakhir Panglima Koopsau I.(*)

Pewarta: wibow
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar