Semarang (ANTARA News) - Pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara XXV di Laos yang berlangsung 8-18 Desember 2009 merupakan event terakhir yang akan diikuti pejudo Jawa Tengah, Kresna Bayu, sebelum mengundurkan diri dari dunia olahraga yang digeluti sejak usia lima tahun.

"Dia sudah mengatakan kepada saya dan berjanji akan menegakkan kepalanya pada SEA Games di Laos mendatang sebelum mundur dari atlet," kata ayah Kresna Bayu, Amin Pambudi di Semarang, Senin.

Dari sisi usia seorang atlet, Kresna Bayu memang sudah tidak muda lagi karena kini sudah memasuki 34 tahun (Kresna Bayu kelahiran 24 Desember 1974), bahkan keinginan mundur sudah diutarakan menjelang tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 Kalimantan Timur dengan alasan cedera yang sering kambuh.

Tetapi, akhirnya rencana diurungkan bahkan prestasi suami dari Eti Nugraheni (yang dinikahinya di Semarang 21 Desember 2008) justru semakin bersinar karena mampu menyabet medali emas dalam berbagai event nasional dan internasional.

Sebelumnya, pria yang dibesarkan di Sasana Satria Tengarang Kabupaten Semarang tersebut berhasil menyabet dua medali emas di kelas 100 kilogram dan beregu putra pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Kaltim, kemudian terakhir meraih medali emas kelas 100 kilogram pada Asian Martial Arts (AMAG) yang berlangsung di Thailand, Agustus 2009.

Berkat prestasi yang dicatat selama ini, dia mendapat penghargaan Parama Krida Karya dari Kantor Menegpora (saat itu Menegpora masih dijabat Adhyaksa Dault).

Dari dunia Jodo, Krisna Bayu memang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh lawannya terutama di Asia Tenggara. Setiap kali ini pejudo asal Semarang Jawa Tengah itu selalu mempersembahkan emas. Bahkan di SEA Games 1997 saat Indonesia sebagai tuan rumah, dua emas diraihnya, di kelas 90 kg dan kelas bebas.

"Di SEA Games Laos nanti, saya bertekat meraih medali emas kembali. Doakan saja," kata Bayu yang meraih medali emas pertama kali pada SEA Games 1993 dari kelas 100 kilogram.

Kresna Bayu sudah lima kali tampil pada pesta multieven empat tahunan dengan membela daerah yang berbeda-beda.

Pada PON XIII/1993 di Jakarta, membela Jateng dan meraih dua emas, PON XVI/1996 membela Jateng meraih dua emas, PON XV/2000 membela Jawa Barat meraih dua emas, PON XVI/2004 membela Sumsel meraih dua emas, dan terakhir PON XVII/2008 membela Jateng meraih dua emas.

Selain itu tiga kali tampil pada Olimpiade, yaitu tahun 1996 Atlanta, Amerika Serikat, 2000 Sydney, Australia, dan tahun 2004 Athena, Yunani. "Pada Olimpiade 2008 Beijing ini, saya juga ditawari untuk iktu babak kualifikasi tetapi saya ingin atlet-atlet muda yang tampil," katanya Bayu saat itu.

Kresna juga mengharumkan nama Indonesia pada ajang kompetisi pada tingkat internasional seperti peringkat tujuh pada kejuaraan Asia 2000 di Jepang, meraih emas SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, juara III kejuaraan Judo Asia 2004 di Kazakhstan, juara III Kejuaraan Judo Asia 2006 di Makau.

Sebelumnya Kresna Bayu menorehkan prestasi setelah meraih medali emas di SEA Games XVIII Chiang Mai 1995. Dua tahun kemudian kembali berjaya dengan meraih dua medali emas sekaligus di kelas 90 kg dan kelas bebas pada SEA Games XIX Jakarta 1997.

Amin Pambudi yang juga pelatih judo Jateng tersebut mengatakan, pada SEA Games 2009 di Laos, Bayu bakal mendapat lawan berat dari pejudo Thailand dan Vietnam.

"Saya yakin dia bisa meraih emas di SEA Games dengan persiapan yang ada selama ini. Saat ini Bayu bersama tim pelatnas sedang berlatih di Korea Selatan hingga menjelang keberangkatan kontingen ke Laos mendatang," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009