Palembang (ANTARA News) - Pengelola kafe yang merupakan salah satu lokasi rawan penularan HIV/AIDS di Kota Palembang, Sumatra Selatan perlu aktif berperan mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Palembang, Zailani UD, di Palembang, Selasa, mengajak para pengelola kafe yang sekaligus potensial menjadi lokasi transaksi seks, berperan aktif dalam mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di daerah tersebut.

Masih minimnya pengetahuan para pekerja seks komersial (PSK) di tempat tersebut akan berpotensi memperparah penyebaran HIV/AIDS.

Lokasi disinyalir mempercepat peningkatan jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA), kata Zailani pula.

Pihaknya perlu melakukan sosialiasi itu, dengan para pemilik dan pengelola kafe di ibukota Provinsi Sumsel itu.

Menurut dia, pengelola kafe yang menjadi lokasi PSK mangkal, sangat berperan dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS terutama dari PSK kepada pelanggan mereka.

Berdasarkan survai, pihaknya mensinyalir sekitar 30 ribu lebih warga Kota Palembang rentan tertulari HIV/AIDS, karena sering gonta ganti pasangan, mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau narkoba suntik.

Ia menyebutkan, sebanyak 36.085 warga Kota Palembang termasuk dalam kategori risiko tinggi (risti).

Padalah mereka belum mendapatkan pembinaan maupun sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS itu, kata dia.

Dia menjelaskan, dari 30 ribu lebih warga yang rentan tertulari HIV/AIDS tersebut, baru sebanyak 17.223 orang yang telah dibina dan diobati.

Sisanya sebanyak 18.862 orang sama sekali belum mendapatkan pembinaan, sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara rutin dengan melibatkan mereka yang terkait dan bertanggung jawab berpartisipasi di dalamnya, ujar Zailani pula.

Ia menambahkan, sebanyak 50 persen ODHA berusia 25 sampai 30 tahun yang bekerja seperti PSK, waria, pelanggan PSK, dan pengguna narkoba.

Sampai Juli 2009 tercatat sebanyak 30 kasus terinfeksi HIV/virus penyebab AIDS (Sindroma Kehilangan Kekebalan Tubuh) dan dua positif AIDS di daerah ini, sehingga secara total telah mencapai 448 kasus terinfeksi HIV dan 169 kasus positif AIDS, demikian Zailani.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009