Jakarta (ANTARA News)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi, bertahan pada posisi di bawah Rp9.400 per dolar AS, tepatnya pada kisaran Rp9.380-Rp9.395 per dolar AS seperti hari sebelumnya.

"Pasar sebenarnya masih positif terhadap rupiah, setelah Biro Pusat Statistik menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2009 mencapai 4,2 persen," kata analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Selasa.

Pertumbuhan ekonomi sebesar itu dinilai cukup baik, namun pemerintah harus lebih memfokuskan diri kepada pembenahan listrik dan infrastruktur untuk memicu pelaku asing aktif berinvestasi di dalam negeri, ulasnya.

Apabila kedua faktor tersebut belum dapat dipenuhi maka minat investasi asing akan melemah, bahkan mereka akan mencari pasar baru yang lebih baik, tambah Rully.

Untuk sementara pergerakan rupiah cukup baik bahkan harus bisa menguat lebih jauh, namun agak tertahan oleh aksi beli pelaku, setelah Menteri Keuangan menyatakan pertumbuhan ekspor Indonesia turun 19 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi dalam negeri masih bertumpu pada sektor konsumsi, tidak didukung oleh ekspor, ujarnya.

Ia memperkirakan rupiah sulit mencapai angka Rp9.200 sampai Rp9.300 per dolar AS, meski sejumlah analis optimistis akan bisa mencapai angka tersebut, namun biasanya setiap akhir tahun para korporat membutuh dolarkan untuk membayar utang yang jatuh tempo.

Karena itu pergerakan rupiah akan tertahan, apabila Bank Indonesia terlihat berupaya mempertahankan rupiah pada kisaran Rp9.400 - Rp9.500 per dolar AS. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009