Hambalang sudah dapat lampu hijau tapi kelanjutan masih mengambang

Hambalang sudah dapat lampu hijau tapi kelanjutan masih mengambang

Dokumentasi - Warga melihat bangunan yang terbengkalai di Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olah raga di Hambalang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pembangunan proyek Hambalang di Bogor, Jawa Barat, sebagai lokasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) berbagai cabang olahraga sudah mendapat lampu hijau dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dilanjutkan, tetapi nasibnya masih mengambang.

Pasalnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga baru mulai membicarakan lagi rencana kelanjutan pembangunan proyek Hambalang bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru-baru ini.

Akan tetapi, menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto, pembicaraan itu terhenti ketika serangan pandemi COVID-19 melanda Tanah Air, yang membuat perhatian segenap aparatur pemerintah tersedot untuk menangkal wabah tersebut.

"Hambalang sudah dapat izin. Saya datang sendiri ke KPK pada Maret 2016 dan ditemui pimpinan KPK saat itu ada Pak Saut (Sitomorang) dan Alexander Arwata. Ada suratnya juga diterbitkan 2015 oleh pak Plt Ketua KPK,” kata Gatot kepada Antara di Jakarta, Minggu (19/7).

Megaproyek Hambalang sudah terbengkalai sejak 2011 karena terbelit kasus korupsi yang menyeret menpora kala itu, Andi Alfian Mallarangeng.

Baca juga: Andi Mallarangeng bebas tapi masih wajib lapor
Baca juga: Pemerintah siap lanjutkan proyek Hambalang


Pemabngunan megaproyek senilai lebih dari Rp2 triliun itu juga melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga masih perlu dilakukan audit fisik oleh Kementerian PUPR.

Sehingga, menurut Gatot, kelanjutan Hambalang yang direncanakan menggunakan anggaran Kementerian PUPR itu masih belum bisa dilanjutkan lantaran mesti didesain ulang.

Pun demikian, Gatot menyatakan pihak Kemenpora sudah mulai membicarakan lagi rencana kelanjutan pembangunan Hambalang bersama PUPR.

"Sebelumnya pernah dibahas dengan pak Dirjen (PUPR) sebelum ada COVID-19. Tapi semenjak ada COVID-19, konsentrasi kami sudah semua pada COVID-19," ungkap Gatot.

"Kemudian sekarang kami coba hidupkan kembali yang penting masing-masing bikin standing position-nya," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Presiden minta redesain Hambalang selesai awal 2017
Baca juga: Sesmenpora: Anggaran pengembangan olahraga nasional masih kecil


Saat ini, Menpora Zainudin Amali tengah menyusun peta grand design olahraga nasional guna memetakan situasi dan kondisi olahraga saat ini dan di masa mendatang.

Hambalang termasuk dalam dua pelatnas, bersama Sekolah Khusus Olahraga di Cibubur, yang akan dioperasikan untuk mengoptimalkan peningkatkan prestasi olahraga dalam rancangan Kemenpora.

Sejak kepemimpinan Menpora Imam Nahrawi, Hambalang sebetulnya sudah direncanakan menjadi Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional atau lokasi pelatas atlet junior dan senior menjelang perhelatan multicabang internasional.

Namun rencana tersebut kembali gagal dituntaskan setelah Imam Nahrawi terseret dugaan kasus korupsi dana hibah KONI pada 2019.

Baca juga: Kemenpora kucurkan dana Rp6,2 miliar untuk pelatnas atletik
Baca juga: Kemenpora minta Pemda ikut berkomitmen soal renovasi stadion
Baca juga: Digadang jadi pemikat wisatawan, "sport tourism" dikebut tahun depan


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dewan pembina Partai Gerindra gelar pertemuan di Hambalang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar