Pangkalpinang (ANTARA News) - Dua perampok yang belum diketahui ciri-cirinya, Rabu malam, menembak seorang distributor sembako, Bong Khon Kin (56), warga Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel) dan membawa kabur uang korban di dalam tas.

Menurut keterangan istri korban, Ahong (40), korban ditembak dua perampok yang belum diketahui ciri-cirinya itu di depan rumah korban pada saat keluar dari mobil kijang pick up sekitar pukul 18.00 WIB.

"Pada saat itu korban turun dari mobil sambil menenteng tas, tiba-tiba datang dua pelaku dengan sepeda motor langsung menembak dari belakang tepat di pinggang bagian kiri sehingga tembus ke perut," katanya.

Korban diduga diikuti perampok bersenjata api (senpi) itu pada saat pulang dari toko sembakonya di Pasar Sungailiat dan ditembak setelah keluar dari mobil sambil menenteng tas menuju rumahnya.

Korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit bakti timah (RSBT) Kota Pangkalpinang karena kondisinya cukup parah, namun pihak dokter belum berani melakukan operasi terhadap luka korban karena fisiknya yang lemah.

"Saya tidak tahu ciri-ciri korban dan berapa jumlah uang yang berada di dalam tas tersebut, namun yang pasti pelakunnya memakai sepeda motor," ujarnya.

Saat ini pihak Polresta Bangka sedang mengejar pelaku perampok bersenjata api itu yang belakangan ini selalu meneror warga Sungailiat.

Sementara, tetangga korban, Hardi (40), kepada ANTARA di RSBT, mengatakan, kasus perampokan bersenjata api ini sudah terjadi beberapa kali sehingga meresahkan warga Sungailit.

"Rabu subuh, seorang satpam di Sungailiat, Bangka juga ditembak perampok namun tidak mengenai sasaran. Diduga, pelakunya adalah orang yang sama," ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, seorang kolektor timah juga dirampok pelaku yang bersenjata api namun tidak sampai ditembak (hanya diancam akan ditembak sambil mengacungkan senjata).

"Kalau tidak salah kasus perampokan dengan menggunakan senjata api ini sudah terjadi lima kali, namun hanya satu korban yang ditembak, sedangkan korban yang lainnya hanya diancam akan ditembak," ujarnya. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009