Minyak melambung terangkat harapan vaksin dan kesepakatan stimulus UE

Minyak melambung terangkat harapan vaksin dan kesepakatan stimulus UE

Illustrasi - Minyak mentah sedang dipompa ke permukaan di Monterey Shale, California, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Lucy Nicholson/am.

minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 1,04 dolar AS atau 2,40 persen, menjadi ditutup pada 44,32 dolar AS per barel.
New York (ANTARA) - Harga minyak melambung sekitar satu dolar per barel pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencapai tertinggi dalam lebih dari empat bulan didorong kesepakatan stimulus Uni Eropa dan berita penuh harapan tentang uji coba vaksin virus corona.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 1,15 dolar AS atau 2,82 persen, menjadi menetap pada 41,96 dolar AS per barel pada hari berakhirnya kontrak. Minyak mentah WTI untuk penyerahan September WTI, kontrak bulan depan baru yang lebih aktif, naik satu dolar AS menjadi 41,92 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 1,04 dolar AS atau 2,40 persen, menjadi ditutup pada 44,32 dolar AS per barel.

Baca juga: Minyak naik tipis didukung harapan vaksin saat infeksi virus melonjak

Juga mendukung pasar, persediaan minyak mentah AS dan produk olahan kemungkinan turun pekan lalu, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Harga didukung oleh kesepakatan di antara para pemimpin Uni Eropa atas dana 750 miliar euro ($859 miliar) untuk menopang ekonomi yang terpukul virus corona.

Kesepakatan Uni Eropa memungkinkan Komisi Eropa untuk meningkatkan miliaran euro di pasar modal atas nama semua 27 negara, tindakan solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hampir tujuh dekade integrasi Eropa.

Baca juga: Vaksin diharapkan produksi 2021, sebut jubir Satgas COVID-19

Saham dunia dan euro juga mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan. Dolar, di mana sebagian besar kontrak minyak dihargai, jatuh ke level terendah sejak Maret terhadap sekeranjang mata uang.

Harga minyak juga didukung oleh data vaksin virus corona menjanjikan yang dirilis pada Senin (20/7/2020), meskipun vaksin tetap beberapa bulan lagi. Beberapa perusahaan sedang menguji obat baru untuk kekebalan terhadap COVID-19.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari prospek bahwa Amerika Serikat bisa segera menyetujui paket stimulus baru, dengan kurang dari dua minggu sampai berakhirnya bantuan pengangguran yang diperpanjang untuk jutaan orang Amerika.

"Kemajuan nyata pada kesepakatan stimulus AS, perjanjian pemulihan Uni Eropa, dan kemajuan menuju vaksin yang sukses, semuanya telah digabungkan minggu ini untuk meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Baca juga: Oxford belum pastikan vaksin COVID-19 dapat digunakan akhir 2020

Negara-negara dari Amerika Serikat hingga India melaporkan rekor jumlah infeksi virus korona dan yang lainnya, seperti Spanyol dan Australia, sedang memerangi wabah baru.

Data American Petroleum Institute (API) tentang stok minyak mentah AS akan dirilis pada pukul 16.30 waktu setempat, sedangkan data Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada Rabu pagi waktu setempat.

Sepuluh analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, bahwa cadangan minyak mentah AS turun 2,1 juta barel dalam seminggu hingga 17 Juli.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar