Pakar dorong pendekatan SDGs jadi platform ketahanan air dan pangan

Pakar dorong pendekatan SDGs  jadi platform ketahanan air dan pangan

Profesor Ignasius Dwi Atmana Sutapa (panel atas tengah) dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI dan Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemenlu Agustaviano Sofjan (panel atas kanan) dalam diskusi virtual LIPI di Jakarta, Kamis (23/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

tujuan-tujuan target SDGs itu sebagai upaya recovery kita
Jakarta (ANTARA) - Pendekatan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dapat menjadi platform untuk mendorong ketahanan sumber daya air, energi dan pangan, kata Profesor Ignasius Dwi Atmana Sutapa dari Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Sangat penting karena kita butuh peta jalan menghadapi lingkungan atau kondisi yang membatasi berbagai aktivitas kita untuk menghadapi kondisi ke depan," kata Profesor Ignasius dalam diskusi yang diadakan LIPI perihal ketahanan air, energi dan pangan yang dipantau virtual di Jakarta pada Kamis.

SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia yang dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015, dengan ambisi dapat dicapai pada 2030.

Terkait ketahanan air, energi dan pangan sendiri masuk dari 17 tujuan tersebut yaitu Tujuan 2 untuk mengentaskan kelaparan dan mencapai ketahanan pangan, Tujuan 6 untuk menjamin akses atas air dan sanitasi serta Tujuan 7 yang ingin memastikan akses pada energi bersih dan terjangkau.

"Jadi bagaimana dalam koridor SDGs itu, walaupun dengan berbagai keterbatasan, kita mencoba untuk tidak meninggalkan seorang pun di dalam sumber daya tadi," ujar Executive Director of Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE) - UNESCO Category II Centre itu.

Baca juga: Bappenas sebut pencapaian target SDGs terdampak pandemi COVID-19

Baca juga: Pengamat: Implementasi SDGs perlu isu yang dibutuhkan masyarakat


Hal itu penting mengingat Indonesia, menurut riset World Resources Institutes (WRI) dan Aqueduct, masuk dalam kategori tinggi untuk permasalahan kelangkaan air, apabila tidak dilakukan upaya untuk ketahanan air. Indonesia juga masuk dalam lima besar konsumen air global dengan paling banyak digunakan untuk pertanian.

Terkait pangan, Badan Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization/FAO) juga telah mengeluarkan peringatan akan potensi krisis pangan yang ditimbulkan sebagai dampak COVID-19.

Hal yang sama diutarakan juga oleh Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Agustaviano Sofjan. Dia menekankan bagaimana pencapaian berbagai tujuan SDGs terdampak akibat COVID-19.

Namun, dalam kondisi seperti saat ini saatnya seluruh pemangku kepentingan yaitu negara-negara di dunia untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan SDGs itu.

"Saat ini justru semakin dibutuhkannya kita menggunakan tujuan-tujuan target SDGs itu sebagai upaya recovery kita, recovery bukan saja untuk kesehatan tapi keseluruhan dampaknya," kata dia.

Baca juga: UNDP: Pembangunan berkelanjutan harus jadi bagian utama pemulihan

Baca juga: Pandemi COVID-19 jadi tantangan dalam pencapaian SDGs

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jokowi tegaskan RI siap berkontribusi untuk ASEAN agar SDGs terwujud

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar