Erick Thohir: Bila sayang keluarga, patuhi protokol kesehatan COVID-19

Erick Thohir: Bila sayang keluarga, patuhi protokol kesehatan COVID-19

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan sambutan pada peluncuran aplikasi Ferizy di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (25/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Kalau masyarakatnya sayang kepada keluarganya, sayang kepada yang di rumah, sudah seyogyanya yang namanya protokol pencegahan COVID-19 harus diutamakan
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengingatkan kembali masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan ketat kalau mereka masih sayang kepada keluarga.

"Kalau masyarakatnya sayang kepada keluarganya, sayang kepada yang di rumah, sudah seyogyanya yang namanya protokol pencegahan COVID-19 harus diutamakan. Tidak ada lagi istilahnya harus diancam-ancam pakai masker, didenda baru pakai," ujar Erick Thohir dalam peluncuran Aplikasi Ferizy yang disiarkan kanal YouTube Kementerian BUMN RI di Merak, Banten, Sabtu.

Baca juga: Disiplin protokol kesehatan kunci kendalikan COVID-19

Erick Thohir itu mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, dan Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi, yang juga menekankan bagaimana suksesnya melawan COVID-19 yaitu dengan kesadaran yang harus dibangun kepada diri masing-masing dan masyarakat itu sendiri.

Protokol kesehatan COVID-19 yang dijalankan dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak, kata dia, harus menjadi prioritas utama masyarakat kalau mau kembali merasa aman.

Baca juga: Budayawan: Protokol kesehatan harus menjadi tren

Baca juga: Erick: Vaksin COVID beredar 2021, protokol kesehatan tetap penting


Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah tiada henti-hentinya terus memastikan protokol kesehatan COVID-19 terlaksana. Namun bila masyarakat tidak mendukung tentu tidak akan berhasil.

Vaksin memang sudah akan diproduksi, kata dia, tapi baru pada Januari-Februari tahun depan. Berarti baru 6-7 bulan lagi masyarakat harus menghadapi COVID-19 ini yang tidak hanya melanda Indonesia tapi juga negara di seluruh dunia.

"Jadi sangat aneh kalau masih ada pihak-pihak yang nyinyir kepada pelaksanaan protokol pencegahan COVID-19, padahal ini semua bisa berhasil kalau masyarakatnya bersatu memastikan protokol tersebut berjalan," kata Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir paparkan langkah Tim Pemulihan Ekonomi-Penanganan COVID

Baca juga: Erick Thohir apresiasi pelayanan feri ASDP yang semakin baik




 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Amankan vaksin COVID-19, Menlu ke Inggris & Swiss

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar