Anies: Perkantoran dan komunitas warga rawan penyebaran COVID-19

Anies: Perkantoran dan komunitas warga rawan penyebaran COVID-19

Karyawan beraktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pekan kedua masa pembatasan sosial berskala berskala besar (PSBB) transisi, Pemprov DKI Jakarta mulai memperbolehkan karyawan di perkantoran kembali bekerja dengan kapasitas karyawan hanya dibolehkan sebanyak 50 persen dari jumlah karyawan dalam satu ruangan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Dari temuan kita dengan testing, aktivitas di perkantoran dan komunitas warga jadi salah satu tempat yang paling rawan penyebaran
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan perkantoran dan komunitas warga menjadi lokasi rawan untuk penyebaran virus SAR-CoV-2 (COVID-19) di Ibu Kota untuk itu masyarakat diminta waspada ketika berada di lokasi-lokasi tersebut..

"Dari temuan kita dengan testing, aktivitas di perkantoran dan komunitas warga jadi salah satu tempat yang paling rawan penyebaran," kata Anies dalam video yang disiarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Anies klaim kemampuan testing COVID-19 DKI lampaui standar WHO

Anies menyebutkan, peningkatan penyebaran kasus dalam dua minggu terakhir ini sejalan dengan peningkatan mobilitas dan peningkatan aktivitas warga.

Menurut dia, di tempat seperti ini masyarakat harus menjaga jarak, harus saling mengingatkan, jangan pernah ragu menegur yang lalai tidak menjalankan protokol kesehatan.

"Misalnya gunakan masker kapanpun dimanapun, cuci tangan serutin mungkin, jaga jarak 1-2 meter itu prinsip sederhana," kata Anies.

Baca juga: Mewaspadai klaster perkantoran

Anies mengingatkan, jika sebagian masyarakat lelah dengan kondisi pandemi yang sudah berjalan hampir lima bulan, tetapi virus COVID-19 tidak lelah, dan virusnya terus menyebar kalau masyarakat lengah tidak menerapkan protokol kesehatan.

Seiring dengan itu, Pemprov DKI Jakarta terus menggiatkan penegakan protokol kesehatan di wilayah Ibu Kota dalam rangka memastikan warga seminim mungkin terdampak COVID-19.

"Mari kita sama-sama sadari bahwa yang kita hadapi ini bukanlah sebuah pertempuran singkat, ini adalah peperangan panjang. Ketika terjadi Flu Spanyol sekitar seratus tahun yang lalu, lamanya adalah dua tahun untuk akhirnya selesai tuntas," kata Anies.

Baca juga: Perkantoran di Jakarta mulai terpapar COVID-19

Anies berharap masyarakat Jakarta tidak lelah menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang baru berjalan lima bulan. Masyarakat diminta terus waspada, dengan menjaga stamina, agar pandemi dapat dikalahkan dengan pengalaman panjang bangsa Indonesia dalam berjuang menghadapi ujian demi ujian bencana.

"Tapi kita sudah menunjukkan berhasil, dan mari kita buktikan bangsa kita lebih kuat, bangsa kita lebih tabah dan kita lebih bisa tersistem," katanya.

Angka kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta per Jumat (24/7) sampai dengan pukul 10.00 WIB, berjumlah 18.365 kasus, atau ada penambahan 297 dari hari sebelumnya.

Dari seluruh kasus positif itu, ada 11.552 atau 63 persen yang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 6.058 adalah kasus aktif, artinya masih dirawat atau masih melakukan isolasi diri.

Sedangkan untuk jumlah yang meninggal dunia di Jakarta sampai dengan saat ini tercatat 755 orang.






 

Pewarta: Laily Rahmawaty/Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar