Helsinki (ANTARA News) - Nokia, produsen telepon seluler (ponsel) terbesar dunia, Rabu, memprediksi volume penjualan global ponsel akan tumbuh sekitar 10 persen pada tahun depan setelah turun sekitar tujuh persen tahun ini.

"Nokia memperkirakan volume industri perangkat mobile akan naik sekitar 10 persen pada 2010, dibandingkan dengan 2009," kata perusahaan Finlandia pada hari pasar di ibukota Helsinki.

"Pertumbuhan smartphone (volume) akan secara signifikan lebih tinggi," kepala eksekutif Nokia Olli-Pekka Kallasvuo mengatakan kepada investor dan wartawan.

Sementara perusahaan memperkirakan pangsa pasarnya secara keseluruhan menjadi datar pada tahun depan, nilai pangsa pasar dalam ukuran euro akan tumbuh sedikit.

Pada pertengahan Oktober, Samsung melaporkan kerugian pertama dalam satu dekade di tengah meningkatnya persaingan di pasar smartphone dari pembuat iPhone Apple dan pembuat Blackberry RIM serta masalah dengan usaha patungan Nokia Siemens Networks.

Nokia pada kuartal ketiga mengalami kerugian bersih 559 juta euro (844 juta dolar AS).

Grup telah mengumumkan pemotongan pekerjaan lebih dari 4.200, termasuk 1.300 pengunduran diri sukarela, sebagai bagian dari program pemulihan yang diluncurkan pada Januari.

Di tengah krisis keuangan global, banyak konsumen telah mengurangi pengeluaran, yang telah menekuk penjualan ponsel. Nokia telah memperkirakan bahwa sekitar 1,12 miliar perangkat mobile akan dijual di dunia tahun ini, yaitu sekitar tujuh persen kurang dari tahun lalu.

Tetapi raksasa telepon seluler itu memprediksi pasar secara keseluruhan sekarang stabilisasi.

"Visibility ke pasar adalah sedikit lebih baik," kata kepala pejabat keuangan Timo Ihamuotila.

Dia menambahkan bahwa meskipun persaingan ke depan diprediksi akan terus menjadi sengit, Nokia memperkirakan bahwa smartphone pangsa jumlahnya menjadi yang terbesar dari penjualan perangkat tahun depan, yang akan memperlambat jatuhnya rata-rata harga jual dan mengangkat profitabilitas.

Untuk tahun ini perusahaan memprediksikan bahwa sekitar 41 persen dari penjualan perangkat mobile dalam hal nilai berasal dari smartphones.

Nokia mengatakan tahun depan bertujuan untuk meningkatkan keuntungan dan memproyeksikan margin operasi dalam unit perangkat dan jasa akan meningkat dari 12 persen tahun ini menjadi 14 persen pada 2010.

Pihaknya juga berencana untuk memotong biaya di unit penelitian dan pengembangan (RD) dan beberapa minggun terakhir ini telah di mengumumkan bahwa mereka akan memotong sekitar 550 pekerjaan RD.

"Saya percaya Nokia dalam kondisi yang lebih baik daripada pesaing kita. Saya artikan bahwa tantangan kami jelas tetapi demikian arah kami," ujar Kallasvuo.

Nokia menyatakan akan terus menargetkan semua kisaran harga di semua pasar untuk menjangkau kelompok pelanggan bervariasi, tetapi juga akan mempersingkat portofolio smartphone tahun depan.

Pengamat industri mengatakan sistem operasi Symbian Nokia usang adalah salah satu alasan mengapa banyak konsumen memilih iPhone Apple atauBlackberry RIM, yang lebih mudah digunakan.

Bulan lalu Nokia mulai menjual perangkat N900 -- menggunakan platform Maemo berbasis Linux -- dan telah menerima umpan balik yang baik pada fungsi browsing, tapi platform Symbian akan terus menjadi platform terbesar di masa depan.

"Pada 2010 Anda akan melihat versi baru dari Symbian akan dirilis," kata Kallasvuo.

Selain Symbian dan Maemo, ponsel Nokia lebih mendasar menggunakan sistem operasi S40. Kallasvuo mengatakan perusahaan itu akan tetap berpegang pada tiga sistem operasi untuk beberapa waktu.

"Ini adalah kombinasi terbaik untuk kita. Anda membutuhkan lebih dari satu (sistem operasi), tetapi sekali lagi anda seharusnya tidak terlalu banyak atau anda akan mulai kehilangan skala keuntungan." (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009