Jayapura (ANTARA News) - Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, sering dimasuki warga dari negara tetangga Papua New Guinea (PNG) secara bebas, kata Kepala Distrik Muara Tami, Sefnath Kambuaya di Jayapura, Jumat.

Ia menjelaskan, letak kampung Moso yang berbatasan langsung dengan PNG, ditambah lagi dengan banyaknya jalan pintas yang menjadi jalur akses keluar masuk antar kedua tempat, menjadikan daerah itu ramai didatangi warga PNG.

"Banyak juga penduduk PNG yang masuk kampung Moso secara ilegal," kata Sefnath Kambuaya.

Ia mengakui, terkadang masuknya warga negara PNG di Kampug Moso adalah untuk keperluan berbelanja dan sekedar jalan-jalan, terutama jika pada hari Kamis dan Sabtu.

"Tetapi juga ada warga PNG yang masuk dalam keadaan mabuk dan terkadang membuat onar," ujar Sefnath.

Lebih lanjut Sefnath Kambuaya mengharapkan semua pihak terkait agar memperhatikan hal tersebut.

Wakil Wali Kota Jayapura, Sujarwo, dalam kesempatan yang sama, berjanji akan menindaklanjuti masalah tersebut.

"Kita akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari jalan penyelesaiannya," jelas Sujarwo.

Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, merupakan salah satu dari sekian daerah di Papua yang berbatasan langsung dengan PNG.

Hubungan kebudayaan dan adat istiadat serta hak ulayat yang erat antara masyarakat daerah perbatasan dan warga PNG, membuat kedua belah pihak memang sering saling mengunjungi.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009