Magelang (ANTARA News) - Dua buah potongan kepala arca Budha dan sebuah patung kecil ditemukan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 500 meter dari Candi Borobudur.

Benda sejarah itu terkubur dalam tanah sedalam 30 cm di rumah milik Kusri (43), ditemukan saat dilakukan pemugaran rumah, kata Kepala TU Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur, Wiwit Kasiati di Borobudur, Rabu.

Ia mengatakan, belum dapat dipastikan benda tersebut merupakan salah satu bagaian dari Candi Borobudur karena harus menunggu hasil penelitian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah.

"Namun, sekilas bisa diketahui kepala arca itu merupakan bagian dari Candi Borobudur, karena di kawasan ini tidak ada arca budha selain di Candi Brobudur," katanya.

Menurut dia, kemungkinan potongan arca tersebut merupakan bagian kepala arca di Borobudur dapat dilihat dari baut penyambung kepala arca dengan badan yang berupa mur besar.

"Cara penyambungan identik dengan cara yang dilakukan Van Erp dari Belanda saat pertama kali memugar candi. Ahli dari konservasi juga menyebut potongan kepala itu identik dengan patung Budha di Borobudur," katanya.

Ia mengatakan, menyerahkan sepenuhnya temuan itu ke BP3 Jawa Tengah. Jika terbukti merupakan bagian arca Budha di Candi Borobudur, secepatnya akan dipasang.

"Namun, untuk patung kecil itu kami masih ragu bagian dari candi karena tidak ada benda sejenis di Candi Borobudur," katanya. Pemilik rumah, Kusri mengatakan penemuan arca itu terjadi rumah peninggalan neneknya itu dibongkar dan akan didirikan rumah baru.

Ia dibantu sejumlah warga memulai dengan menggali tanah untuk fondasi. "Baru dapat 30 cm ditemukan batu aneh, untung cangkulnya tidak mengenai batu itu," kata Kasri yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pijit di pelataran candi.

Setelah diamati, batu tersebut, ternyata adalah potongan kepala arca Budha. Saat ditemukan ketiga benda purbakala ini berdekatan. "Dua kepala itu menindih sebuah potongan badan patung kecil, ada juga yang berbentuk seperti lengan," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009