El-Arish, Mesir (ANTARA News/Reuters) - Polisi Mesir menembak mati dua imigran Afrika yang berusaha menyeberangi perbatasan menuju Israel pada Jumat, kata beberapa sumber keamanan.

Polisi di Mesir meningkatkan upaya-upaya untuk mengawasi perbatasan dengan Israel dalam beberapa bulan terakhir ini dan telah membunuh sedikitnya 19 imigran di perbatasan itu sejak Mei.

Salah satu imigran itu diidentifikasi sebagai Bakheet Noureen Abdullah, warga Sudan berusia 22 tahun, kata satu sumber, dengan menambahkan bahwa identitas pria kedua masih belum diketahui.

Perbatasan Sinai merupakan salah satu rute utama bagi pengungsi dan imigran Afrika yang berusaha mencari pekerjaan atau suaka di Israel.

Orang-orang Eritrea merupakan kelompok terbesar yang berusaha memasuki Israel, namun banyak juga orang Ethiopia dan Sudan yang melakukan upaya tersebut.

Mesir menghadapi tekanan Israel agar menghentikan arus pengungsi dan mengatakan, penyelundup orang yang mengangkut imigran ke daerah perbatasan kadang melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan.

Sehari sebelumnya, Kamis, seorang prajurit Mesir ditembak mati oleh penyelundup Mesir di perbatasan dengan Israel, kata satu sumber keamanan.

Prajurit yang berusia 20 tahun itu tewas ketika tiba di sebuah rumah sakit di kota perbatasan Rafah, kata sumber itu.

Mesir sedang berusaha menghentikan perdagangan penyelundupan aktif dari Sinai ke Israel dan Jalur Gaza.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009