Yogyakarta (ANTARA News) - Jurnalisme warga diperlukan sebagai mitra sejajar pemberitaan media massa, sehingga tercipta informasi yang imbang bagi warga masyarakat.

"Saat ini bibit jurnalisme warga di Indonesia sudah ada, tinggal menunggu momentum yang tepat untuk muncul sebagai penyeimbang pemberitaan media massa," kata Wakil Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers Bekti Nugroho dalam diskusi panel masa depan jurnalisme warga, di Yogyakarta, Sabtu malam.

Menurut dia, fungsi sebagai penyeimbang jurnalisme "main stream" diperlukan, karena adanya ancaman independensi pemberitaan yang mendera jurnalisme media massa.

Ia mengatakan jurnalisme "main stream" dikhawatirkan kurang mampu mempertahankan independensinya apabila dihadapkan pada kepentingan pemilik modal, seperti dalam beberapa kasus pemberitaan media massa selama ini.

"Ada beberapa pemberitaan media massa yang memang dilakukan untuk memenuhi kepentingan pemilik media itu. Ini ancaman bagi independensi jurnalisme, padahal independensi diatur dalam kode etik jurnalistik," katanya.

Namun demikian, Bekti mengatakan untuk bisa mendorong tumbuhnya jurnalisme warga bukan masalah yang mudah, karena faktor sumber daya manusia, budaya baca tulis yang masih rendah, dan karakter masyarakat Indonesia yang komunal.

Ia mencontohkan jurnalisme warga di Amerika Serikat (AS) tumbuh dengan baik dan mampu menjadi penyeimbang bagi pemberitaan jurnalisme "main stream".

"Bentuk dari jurnalisme warga beragam, tetapi sebagian besar memang dalam bentuk blog, karena penggunaan internet di negara itu sudah meluas," katanya.

Ia berharap para pengguna komunitas jejaring sosial seperti facebook dan twitter dapat memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mendorong tumbuhnya jurnalisme warga, meski dalam bentuk yang minimalis.

"Independensi dalam jurnalisme adalah hal yang utama, dan jurnalisme warga diharapkan mampu menjadi mitra yang konstruktif dan positif, serta memberikan informasi alternatif bagi masyarakat," katanya.

Diskusi panel ini diikuti kalangan jurnalis umum dan mahasiswa yang berkecimpung dalam media kampus.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009