Satpol PP Bandung sanksi warga tak bermasker nyanyikan Hari Merdeka

Satpol PP Bandung sanksi warga tak bermasker nyanyikan Hari Merdeka

Pelanggar tak gunakan masker diberi sanksi nyanyikan lagu 'Hari Merdeka' di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otista, Kota Bandung, Kamis (13/8/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Selanjutnya, kita melakukan razia masker di tempat lainnya seperti terminal, stasiun pusat perbelanjaan
Bandung (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung memberi sanksi bagi warga yang tak menggunakan masker dengan meminta menyanyikan lagu Hari Merdeka.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan pihaknya memberi sanksi itu setelah menemukan masyarakat yang masih tak menggunakan masker di kawasan Pasar Baru Trade Center, Jalan Otista, Kota Bandung, Kamis.

"Ada 19 orang yang terkena sanksi ringan, teguran lisan dan tertulis. Dari 19 ini ada 10 orang pelaku usaha, karyawan diberi teguran tertulis dan sisanya pengunjung," kata Rasdian.

Baca juga: Pemprov Jabar gandeng UMKM untuk pengadaan 10 juta masker
Baca juga: Kemenkes anjurkan cara pakai dan cuci masker kain yang benar
Baca juga: Polri utamakan upaya preventif dalam penegakkan disiplin pakai masker


Selain sanksi menyanyikan lagu Hari Merdeka, para pelanggar tak menggunakan masker juga diberikan sanksi berupa membersihkan fasilitas umum seperti taman, atau sanksi push up.

"Kalau di temukan di perempatan pengamen sanksi tindakan disiplin atau push up. Tadi ya minimal menggugah semangat dia menyanyikan 17 Agustus (Hari Merdeka)," kata dia.

Pemberian sanksi tersebut disertai dengan pencatatan identitas para pelanggar. Nantinya apabila pelanggar itu masih tidak menggunakan masker di kemudian hari, maka Satpol PP akan menaikkan ke sanksi sedang.

Untuk sanksi berat, masyarakat harus membayar denda sebesar Rp100 ribu apabila dikenakan. Lalu, denda sebesar Rp500 ribu akan dikenakan bagi pengusaha yang terkena sanksi berat.

"Denda kemungkinan besar yang sifatnya statis seperti pelaku usaha, kalau pengunjung hari ini (berkunjung) belum tentu besok ke sini lagi," katanya.

Menurutnya penggunaan masker menjadi sangat penting untuk mencegah penularan COVID-19, maupun untuk memulihkan ekonomi. Karena apabila Pasar Baru menjadi klaster baru COVID-19, ekonomi juga akan terdampak karena tempat tersebut akan ditutup sementara.

"Selanjutnya, kita melakukan razia masker di tempat lainnya seperti terminal, stasiun pusat perbelanjaan, taman dan lain. Khusus pasar tradisional ada petugas khusus dari linmas dan jajaran kewilayahan. Kita bagi habis 190 personil," katanya.

Baca juga: 19 relawan sudah disuntikkan vaksin COVID-19 di RSP Unpad Bandung
Baca juga: Presiden tinjau fasilitas pelaksanaan uji klinis vaksin COVID-19


Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mendagri minta Satpol PP tak eksesif amankan pilkada

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar